Frame Daily, Jakarta — Kepulauan Seribu bukan sekadar kawasan wisata bahari yang berada di utara Jakarta. Gugusan pulau tersebut menyimpan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, budaya, hingga industri berbasis kelautan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir terus mendorong pengembangan Kepulauan Seribu sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Baca Juga: Transportasi Kepulauan Seribu Akan Dikelola PT Transjakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada April 2026 menyebut Kepulauan Seribu memiliki peluang besar untuk menjadi masa depan baru Jakarta, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Saya selalu mengatakan bahwa salah satu masa depan Jakarta yang harus dikelola, dirawat dengan baik adalah Pulau Seribu. Itu akan menjadi masa depannya Jakarta,” kata Pramono, dikutip ANTARA pada 16 April 2026.
Pernyataan tersebut memperlihatkan arah kebijakan yang menempatkan Kepulauan Seribu bukan hanya sebagai destinasi rekreasi, melainkan bagian dari strategi ekonomi Jakarta.
Wisata Bahari Jadi Kekuatan Utama
Keindahan laut, pantai, terumbu karang, pulau-pulau kecil, serta kawasan bersejarah menjadi modal utama pariwisata Kepulauan Seribu.
Sejumlah pulau permukiman seperti Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan menjadi pilihan wisatawan.
Data Sudin Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan sepanjang 2026.
Pada periode libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, misalnya, sebanyak 2.531 wisatawan nusantara dan mancanegara mengunjungi Kepulauan Seribu pada 15-16 Juni 2026.

Baca selengkapnya
Sebelumnya, saat libur Lebaran, kunjungan wisatawan bahkan mencapai 10.866 orang hingga hari kedua Idulfitri.
Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap wisata Kepulauan Seribu tetap tinggi, terutama ketika memasuki periode liburan.
Ekonomi Kreatif Didorong Masuk ke Desa Wisata
Pertumbuhan wisata diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah melakukan berbagai program pembinaan bagi pelaku usaha, termasuk penguatan kemampuan pemasaran digital.
Pada April 2026, sebanyak 50 pelaku usaha dari kelompok sadar wisata mengikuti bimbingan teknis ekonomi kreatif bertema “Dari Kreasi ke Strategi Promosi”. Program tersebut diarahkan untuk memperluas kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk secara digital.
Langkah ini penting karena wisatawan tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman, kuliner, produk lokal, serta aktivitas khas daerah.
Produk kuliner, kerajinan, jasa wisata, penginapan, hingga konten digital dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.
Budaya dan Kuliner Menjadi Identitas Lokal
Pengembangan pariwisata Kepulauan Seribu juga diarahkan agar tetap mempertahankan karakter masyarakat pesisir.
Hajatan Tradisi Budaya Kepulauan Seribu 2026, misalnya, dikembangkan melalui kegiatan seni, budaya, dan kuliner khas daerah.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan menyebut kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian lokal sekaligus memperkuat identitas daerah.
Keterlibatan masyarakat menjadi penting agar pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat langsung kepada warga.
Pelaku UMKM dapat memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

Baca selengkapnya
Desa Wisata Berkelanjutan Jadi Arah Pengembangan
Aspek keberlanjutan juga mulai menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata Kepulauan Seribu.
Pada 16 Juli 2026, Desa Wisata Pulau Kelapa menjalani asesmen sertifikasi pariwisata berkelanjutan oleh tim Kementerian Pariwisata.
Penilaian mencakup empat aspek utama, yakni pengelolaan berkelanjutan, keberlanjutan budaya, sosial ekonomi, serta lingkungan.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat karakter Kepulauan Seribu sangat bergantung pada kondisi laut dan ekosistem pesisir.
Pertumbuhan jumlah wisatawan perlu diimbangi dengan pengelolaan sampah, perlindungan lingkungan, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Promosi Digital Perlu Diperkuat
Pemerintah juga mulai memperluas promosi Kepulauan Seribu melalui konten digital.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta pada April 2026 mengajak konten kreator mengikuti perjalanan wisata pengenalan ke sejumlah destinasi, termasuk Pulau Onrust dan Pulau Sepa.
Konsep yang digunakan adalah experience-based tourism, yakni memperkenalkan destinasi melalui pengalaman langsung yang kemudian dapat dikemas menjadi konten foto, video, maupun tulisan.
Strategi tersebut dapat memperluas jangkauan promosi Kepulauan Seribu, terutama kepada wisatawan muda yang mencari referensi perjalanan melalui platform digital.
Transportasi Jadi Faktor Penentu
Pengembangan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari akses transportasi.

Rencana pengalihan pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu kepada PT Transportasi Jakarta mulai 2027 menjadi salah satu agenda yang berpotensi memengaruhi konektivitas kawasan tersebut.
Transportasi yang aman, terjangkau, memiliki jadwal jelas, serta terintegrasi dengan moda transportasi darat akan memudahkan wisatawan sekaligus masyarakat lokal.
Jika konektivitas semakin baik, peluang ekonomi bagi penginapan, kuliner, pemandu wisata, penyedia jasa perjalanan, pedagang, hingga pelaku ekonomi kreatif juga berpotensi meningkat.
Kepulauan Seribu pada akhirnya memiliki peluang untuk berkembang sebagai destinasi wisata bahari yang tidak hanya menjual keindahan alam.
Kekuatan sebenarnya berada pada perpaduan antara laut, budaya, kreativitas, UMKM, dan masyarakat lokal.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan akses yang semakin baik, Kepulauan Seribu dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Jakarta sekaligus destinasi bahari yang memiliki karakter kuat.



Komentar