Frame Daily, JAKARTA - Banyak masyarakat masih menganggap nyeri dada sebagai masuk angin atau kelelahan biasa. Padahal, dalam beberapa kasus, nyeri dada dapat menjadi tanda awal gangguan jantung yang berbahaya.
Dokter mengingatkan bahwa penyakit jantung kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup tidak sehat.
Dalam dunia medis, penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak lemak.
Kondisi ini dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Jantung merupakan organ vital yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh.
Agar dapat bekerja optimal, jantung membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi melalui pembuluh darah koroner.
Namun, ketika pembuluh darah menyempit akibat kolesterol dan lemak, aliran darah menuju jantung terganggu.
Dalam istilah kedokteran, penyempitan pembuluh darah akibat plak disebut aterosklerosis.
Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan
Banyak penderita tidak menyadari tanda awal penyakit jantung karena gejalanya mirip gangguan ringan biasa.
1. Nyeri atau Tekanan di Dada
Keluhan paling umum adalah dada terasa ditekan, sesak, atau seperti tertimpa beban berat.
Dalam istilah medis, kondisi ini disebut angina.
2. Mudah Lelah
Jantung yang bekerja tidak optimal membuat suplai oksigen ke tubuh berkurang sehingga penderita cepat lemas.
3. Sesak Napas
Penyakit jantung dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga napas terasa pendek atau berat.
4. Jantung Berdebar
Detak jantung terasa cepat, tidak teratur, atau berdebar tanpa aktivitas berat.
5. Nyeri Menjalar ke Lengan dan Rahang
Pada beberapa kasus, nyeri dada dapat menjalar ke bahu, lengan kiri, leher, hingga rahang.
Penyebab Penyakit Jantung
Dokter menyebut gaya hidup modern menjadi faktor utama meningkatnya kasus penyakit jantung.
Beberapa faktor risiko yang paling sering ditemukan:
- kolesterol tinggi
- hipertensi
- diabetes
- merokok
- obesitas
- kurang olahraga
- stres berkepanjangan
- pola makan tinggi lemak
- kurang tidur
Selain itu, riwayat keluarga juga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Istilah Kedokteran yang Perlu Diketahui
- Angina: nyeri dada akibat aliran darah ke jantung terganggu.
- Aterosklerosis: penyempitan pembuluh darah akibat plak lemak.
- Hipertensi: tekanan darah tinggi.
- Aritmia: gangguan irama jantung.
- Serangan Jantung: kondisi ketika aliran darah ke jantung terhenti.
Bahaya Penyakit Jantung Jika Dibiarkan
Penyakit jantung yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
- serangan jantung
- gagal jantung
- stroke
- gangguan irama jantung
- kematian mendadak
Dokter menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan jantung lebih lanjut.
Tips Menjaga Kesehatan Jantung
Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan jantung:
- mengurangi makanan tinggi lemak
- rutin olahraga
- berhenti merokok
- menjaga berat badan ideal
- mengontrol tekanan darah
- mengurangi stres
- tidur cukup
- rutin cek kolesterol dan gula darah
Konsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan ikan juga baik untuk kesehatan pembuluh darah.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari bantuan medis apabila mengalami:
- nyeri dada mendadak
- sesak napas berat
- jantung berdebar tidak normal
- pingsan
- nyeri menjalar ke lengan kiri
- tubuh lemas mendadak
Pemeriksaan jantung secara rutin sangat penting terutama bagi yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.
Di rangkum dari berbagai sumber: Mayo Clinic Cleveland Clinic Kementerian Kesehatan RI Halodoc Alodokter
Komentar