Minta Privasi Baby Soso Dihormati, Syifa Hadju Disentil Netizen

Imbauan Syifa Hadju yang disampaikan dalam bahasa Inggris di threads justru menuai tanggapan sinis dan kritik dari sejumlah warganet yang menganggap kebocoran berawal dari pihak keluarga sendiri.

Minta Privasi Baby Soso Dihormati, Syifa Hadju Disentil Netizen
Aktris Syifa Hadju menegaskan pentingnya menghormati privasi anak terkait bocornya wajah Baby Soso ke publik melalui unggahan Threads (Dok. Instagram @syifahadju)

Frame Daily, Jakarta — Isu privasi anak figur publik kembali menjadi sorotan hangat di media sosial. Berdasarkan pantauan Frame Daily, aktris cantik Syifa Hadju baru-baru ini menyampaikan ketegasannya terkait perlindungan privasi bagi Baby Soso setelah wajah sang bayi secara tidak sengaja terekam dan tersebar di jagat maya.

Melalui platform Threads, Syifa mengunggah pernyataan tertulis yang menekankan bahwa setiap orang tua memiliki hak penuh untuk menentukan seberapa banyak kehidupan anak mereka yang ingin dibagikan kepada publik. Syifa meminta agar masyarakat dapat menghargai keputusan serta ruang pribadi keluarga tersebut.

"Public figure or not, parents still have the right to decide how much of their child they want to share publicly. It's their choice and their privacy to respect. So please stop sharing or trying to find the baby's face, and kindly keep it to yourself guys. Thank you," tulis Syifa dalam unggahan yang dengan cepat menyedot perhatian netizen.

Dalam pesan tersebut, Syifa secara sopan namun tegas meminta warganet untuk menghentikan penyebaran gambar maupun upaya mencari tahu lebih lanjut mengenai paras Baby Soso. Ia berharap publik dapat menahan diri dan menyimpan dokumentasi pribadi tersebut tanpa menyebarluaskannya kembali. Unggahan itu pun langsung ramai disukai puluhan ribu pengguna dan dibanjiri belasan ribu komentar dalam waktu singkat.

Namun, alih-alih mendapatkan dukungan penuh, pernyataan Syifa justru memicu beragam reaksi tajam dan nada kritik dari sebagian netizen. Beberapa imbauan moral yang disampaikan, sejumlah warganet menilai bahwa kebocoran visual sang bayi sebenarnya berakar dari kecerobohan atau keputusannya sendiri maupun lingkungan terdekat keluarga, seperti unggahan konten dari pihak keluarga atau vlog mertua.

Sebagian komentar miring menyoroti penggunaan bahasa Inggris dalam unggahan Threads tersebut yang dinilai sebagian netizen tidak tepat sasaran. Ada pula yang mengkritik bahwa reaksi Syifa terkesan berlebihan mengingat statusnya sebagai figur publik yang kehidupannya kerap dikonsumsi masyarakat.

"Namanya public figure bawa anak terus dan dikontenin terus. Udah resikonya kespill dikit-dikit. Ga ada yg peduli juga mau soso wajahnya kelihatan/gak... Terlalu lebay aja menurutku," tulis salah satu warganet di kolom komentar Threads.

Kritikan lain menyasar sumber utama bocornya video tersebut yang disebut-sebut berasal dari lingkaran internal sendiri. Netizen menilai tidak adil jika publik yang disalahkan ketika materi tersebut awalnya diunggah secara terbuka oleh pihak keluarga. "Yee kocak lagian kesalahan dr pihak lo sendiri. Bisa2nya gegabah," tambah netizen lainnya dengan nada satire.

Perdebatan mengenai batasan privasi anak di era digital memang kerap memicu pro-kontra, khususnya bagi para selebriti. Di satu sisi, perlindungan hak anak dan keputusan orang tua untuk menjaga privasi adalah hal mutlak yang patut dihargai. Di sisi lain, risiko paparan media sosial kerap kali menjadi konsekuensi yang sulit dihindari ketika dokumen pribadi diunggah ke ruang publik. Hingga kini, unggahan Syifa Hadju masih terus menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Ditulis oleh Defi

Komentar