Frame Daily, Makkah - Distribusi makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE) untuk jemaah haji Indonesia mulai menjadi perhatian pada musim haji 2026. Di tengah dominasi jemaah lanjut usia (lansia), muncul pertanyaan apakah menu makanan instan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan kesehatan dan kondisi fisik para jemaah.
Pada operasional haji tahun ini, makanan RTE disiapkan khusus untuk fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), ketika distribusi makanan segar dinilai lebih sulit dilakukan karena mobilitas jutaan jemaah yang sangat tinggi.
Lebih dari 3 Juta Porsi RTE Disiapkan untuk Armuzna
Pemerintah melalui penyelenggara haji menyiapkan lebih dari 3 juta porsi makanan RTE untuk kebutuhan jemaah Indonesia selama fase Armuzna 2026.
Makanan siap saji tersebut akan dibagikan kepada jemaah selama beberapa kali distribusi menjelang dan saat puncak ibadah haji berlangsung.
Skema RTE dipilih karena dianggap lebih praktis untuk menjaga ketepatan distribusi konsumsi di tengah kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Mayoritas Jemaah Indonesia Masih Didominasi Lansia
Di sisi lain, jumlah jemaah lansia Indonesia pada musim haji 2026 masih cukup tinggi. Banyak di antaranya memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan pencernaan yang membuat pola konsumsi makanan menjadi perhatian penting selama di Tanah Suci.
Dalam kondisi suhu panas yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, kebutuhan makanan yang mudah dicerna dan sesuai kondisi kesehatan lansia dinilai sangat penting untuk menjaga stamina jemaah.
Praktis untuk Distribusi, Tapi Apakah Cocok untuk Lansia?
Makanan RTE dipilih karena praktis, tahan lama, dan mudah didistribusikan saat puncak haji. Namun di lapangan, sebagian jemaah lansia disebut lebih nyaman mengonsumsi makanan hangat segar dibanding menu kemasan siap santap.
Selain faktor rasa, tekstur makanan, kandungan minyak, hingga kadar garam mulai menjadi perhatian keluarga jemaah maupun pendamping lansia.
Beberapa pihak menilai standar makanan untuk jemaah lansia perlu mendapat perhatian lebih karena kondisi fisik mereka berbeda dibanding jemaah usia produktif.
Bisa Jadi Evaluasi Pelayanan Haji
Pembahasan soal makanan RTE diperkirakan masih akan berkembang selama musim haji berlangsung, terutama jika muncul lebih banyak masukan dari jemaah di lapangan.
Isu ini dinilai penting sebagai bahan evaluasi pelayanan haji ke depan mengingat jumlah jemaah lansia Indonesia setiap tahun masih mendominasi keberangkatan haji nasional.

Komentar