Frame Daily, Makkah - Sejumlah laporan terkait distribusi makanan Ready to Eat (RTE) mulai bermunculan di platform Kawal Haji menjelang fase Armuzna 2026. Beberapa jemaah mengaku belum menerima jatah makanan RTE sesuai jadwal distribusi dan hingga kini laporan tersebut disebut belum mendapatkan respons lanjutan.
Keluhan datang dari beberapa kloter berbeda, mulai dari jemaah yang mengaku belum menerima box RTE hingga persoalan distribusi setelah perpindahan hotel rombongan.
Salah satu laporan berasal dari jemaah kloter JKS 12 yang menyebut rombongannya belum mendapatkan makanan RTE seperti yang sebelumnya diinformasikan.

“Kami satu kloter JKS 12 tidak mendapatkan makanan RTE seperti yang dijanjikan,” tulis laporan tersebut di platform Kawal Haji.
Ada Jemaah Pindahan Hotel Belum Dapat Jatah
Keluhan lain juga disampaikan jemaah kloter SUB 116 atas nama Muhammad Richzad Prima Satryadhiim. Dalam laporan yang diunggah, jemaah mengaku tidak mendapatkan box RTE setelah berpindah hotel mengikuti perpindahan rombongan.
Jemaah sebelumnya tercatat berada di hotel 513 sebelum dipindahkan ke hotel 421. Namun setelah perpindahan dilakukan, jatah makanan RTE disebut tidak ikut tersedia di lokasi baru.

Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, pihak terkait sebenarnya telah melakukan konfirmasi data jumlah jemaah setelah perpindahan hotel dilakukan.
Tercatat terdapat penyesuaian jumlah jemaah dari total 254 orang menjadi 252 orang setelah dua jemaah pindah ke hotel lain.
Lebih dari 3 Juta Porsi RTE Disiapkan
Sebelumnya pemerintah menyiapkan lebih dari 3 juta porsi makanan RTE untuk kebutuhan jemaah Indonesia selama fase Armuzna 2026.
Makanan siap saji tersebut disiapkan untuk mendukung konsumsi jemaah saat puncak ibadah haji di tengah padatnya mobilitas jutaan orang di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Distribusi RTE dipilih karena dianggap lebih praktis dan tahan lama dibanding makanan segar saat fase puncak haji berlangsung.

Mayoritas Jemaah Indonesia Didominasi Lansia
Di sisi lain, sebagian besar jemaah haji Indonesia tahun ini masih didominasi kelompok lansia yang membutuhkan perhatian lebih terkait konsumsi dan kondisi kesehatan.
Karena itu, distribusi makanan menjadi salah satu layanan penting yang sangat diperhatikan selama operasional Armuzna berlangsung.
Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait laporan keterlambatan atau belum diterimanya makanan RTE oleh sejumlah jemaah tersebut.

Komentar