Frame Daily, Jakarta - Seri kedelapan kejuaraan dunia balap motor kelas ringan berlangsung penuh drama mendebarkan. Pembalap andalan CFMOTO Aspar Team, Maximo Quiles, sukses mengukuhkan diri sebagai juara moto3 hungaria setelah memenangi balapan sengit di Sirkuit Balaton Park pada Minggu (7/6/2026) sore WIB. Kemenangan ini sekaligus memperkokoh posisi Quiles di puncak klasemen sementara musim ini.
Sejak lampu hijau menyala, balapan di Moto3 Hungaria 2026 langsung menyajikan tensi tinggi. David Almansa yang memulai balapan dari pole position sempat memberikan perlawanan ketat di awal-awal lap. Namun, Max Quiles yang memulai race dari posisi kedua menunjukkan ritme berkendara yang luar biasa stabil dan agresif. Quiles berhasil mengambil alih pimpinan balapan di pertengahan laga, memanfaatkan celah di tikungan tajam sirkuit sepanjang 4,11 kilometer tersebut.
Meskipun mendapat tekanan konstan dari para pembalap di grup depan, Quiles membuktikan kematangannya dalam menjaga usia ban. Ia sukses melintasi garis finis pertama kali, mengulang memori manisnya di sirkuit yang sama pada musim sebelumnya. Dengan finis di urutan teratas, pembalap asal Spanyol ini tidak hanya berhak atas trofi tertinggi tetapi juga memperlebar jarak poin dari rival terdekatnya di klasemen, Alvaro Carpe.

Sementara itu, nasib kurang beruntung harus dialami oleh pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Memulai balapan dari baris ketiga setelah menempati posisi kualifikasi kesembilan, performa Veda sebenarnya sempat menjanjikan di sesi latihan bebas dengan mencatatkan waktu terbaik kedua. Sayangnya, impian pembalap asal Gunungkidul itu untuk membawa pulang poin penuh harus buyar akibat hukuman long lap penalty.
Sanksi tersebut dijatuhkan oleh race director lantaran Veda dianggap berkendara terlalu lambat dan menghalangi laju pembalap lain, Ruche Moodley, saat sesi kualifikasi kedua (Q2) hari Sabtu kemarin. Hukuman penalti ini memaksa Veda harus melewati jalur khusus yang memakan waktu lebih lama selama balapan utama berlangsung. Akibatnya, posisinya langsung merosot jauh ke belakang grup penantang.
Meski sempat mencoba bangkit dan memangkas jarak dengan pembalap di depannya, keterbatasan waktu dan ketatnya persaingan di sirkuit Balaton Park membuat perjuangan Veda semakin terjal. Berdasarkan data hasil Moto3 Hungaria, pembalap Honda Team Asia nomor urut 54 ini akhirnya harus puas menyentuh garis finis di posisi ke-18. Hasil ini tentu menjadi kekecewaan tersendiri bagi Veda yang sebelum balapan ini sempat bertengger kokoh di peringkat ketiga klasemen sementara dengan torehan 71 poin.

Balapan di Hungaria tahun ini sekali lagi membuktikan betapa kejam dan tidak terprediksinya kelas Moto3. Satu kesalahan kecil di sesi kualifikasi bisa berdampak besar pada hasil akhir di hari balapan.
Bagi Max Quiles, status sebagai juara moto3 hungaria menegaskan dominasinya sebagai salah satu calon kuat peraih gelar juara dunia Moto3 tahun ini.
Bagi para penggemar balap di tanah air, performa Veda Ega Pratama di Moto3 Hungaria 2026 tetap patut diapresiasi tinggi. Meski gagal meraih poin di seri kali ini akibat hukuman penalti, mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan sepanjang balapan menjadi modal berharga untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Perjalanan musim 2026 masih panjang, dan peluang bagi pembalap muda Indonesia untuk kembali naik ke podium tertinggi masih terbuka sangat lebar di seri selanjutnya.
Komentar