Masjid Istiqlal Ubah Sistem Distribusi Daging Kurban, Fokus ke Pesantren dan Lembaga Binaan

Masjid Istiqlal Ubah Sistem Distribusi Daging Kurban, Fokus ke Pesantren dan Lembaga Binaan
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.

Frame Daily, Jakarta - Masjid Istiqlal tahun ini menerapkan pola baru dalam distribusi daging kurban saat Iduladha 1447 Hijriah. Penyaluran hewan kurban tidak lagi difokuskan kepada masyarakat sekitar masjid, melainkan diarahkan ke pesantren, panti asuhan, perguruan tinggi Islam, serta berbagai lembaga binaan Istiqlal.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, dalam konferensi pers persiapan Iduladha 1447 H pada Senin (25/5/2026).

Distribusi Kurban Lebih Tertib dan Tepat Sasaran

Nasaruddin Umar mengatakan perubahan sistem distribusi dilakukan agar proses penyaluran daging kurban berjalan lebih aman, tertib, dan tepat sasaran.

“Hari ini sudah terkumpul 59 ekor sapi dan tujuh kambing. Di antaranya berasal dari Presiden, Wakil Presiden, dan sejumlah tokoh masyarakat,” ujar Menag.

Menurutnya, pembagian langsung kepada masyarakat di kawasan Masjid Istiqlal sengaja ditiadakan untuk menghindari penumpukan massa dan risiko kericuhan saat antre pembagian daging.

“Kami tidak membagikan langsung kepada masyarakat di kawasan Istiqlal untuk menghindari kerumunan dan risiko dorong-dorongan,” jelasnya.

Fokus Penyaluran ke Pesantren dan Panti Asuhan

Distribusi berbasis lembaga dinilai lebih efektif karena daging kurban dapat langsung diterima kelompok yang benar-benar membutuhkan. Pesantren, panti asuhan, kampus Islam, dan lembaga binaan Istiqlal menjadi prioritas utama penerima tahun ini.

Langkah tersebut juga disebut sebagai upaya memperluas manfaat kurban agar tidak hanya terpusat di area sekitar masjid.

Dengan sistem baru ini, proses distribusi diharapkan lebih terorganisir dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai wilayah.

Istiqlal Klaim Punya Fasilitas Penyembelihan Modern

Selain mengubah pola distribusi, Masjid Istiqlal juga memastikan kesiapan fasilitas penyembelihan hewan kurban yang disebut modern dan higienis.

Nasaruddin Umar menjelaskan, area penyembelihan di Istiqlal memiliki kapasitas besar dan mampu menangani proses pemotongan dalam jumlah tinggi dalam waktu singkat.

“Kalau 100 sampai 200 ekor sapi sehari pun insya Allah bisa tertangani,” katanya.

Proses penyembelihan juga dapat dilakukan di beberapa titik secara bersamaan sehingga dinilai lebih efisien.

Limbah Kurban Dipastikan Tidak Cemari Lingkungan

Masjid Istiqlal turut memastikan pengelolaan limbah hasil penyembelihan dilakukan secara baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar masjid.

Pengelolaan limbah menjadi perhatian penting karena jumlah hewan kurban yang dipotong setiap tahun terus meningkat.

Dengan sistem distribusi baru dan fasilitas penyembelihan yang lebih modern, Masjid Istiqlal berharap pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lebih tertib, aman, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ditulis oleh CO

Komentar