Frame Daily, Jakarta - Kali Ciliwung di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, berubah menjadi arena lomba dayung pada Minggu (27/9/2026). Lebih dari 60 peserta mengikuti kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan Jakarta Pusat dan tahun ini digelar bersamaan dengan Festival KORMI.
Bagi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga. Lomba dayung menjadi bagian dari upaya menghidupkan kawasan Pasar Baru melalui berbagai aktivitas masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa sungai di tengah kota dapat dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi.
Wali Kota Jakarta Pusat mengatakan Pasar Baru merupakan salah satu ikon Jakarta yang perlu terus dikembangkan, baik melalui peningkatan sarana dan prasarana maupun berbagai kegiatan.
“Hari ini kita tampilkan kegiatan lomba dayung bersama juga Festival KORMI yang secara bersamaan kita lakukan di Pasar Baru,” ujar Wali Kota Jakarta Pusat.
Lebih dari 60 Peserta Ikut Lomba
Lomba dayung tahun ini diikuti lebih dari 60 peserta. Menurut Wali Kota, kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda rutin tahunan Jakarta Pusat yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Olahraga.
Kegiatan serupa juga telah digelar pada tahun sebelumnya. Pada 2026, penyelenggaraan dibuat lebih semarak dengan bergabungnya Festival KORMI yang membawa berbagai aktivitas olahraga masyarakat.
Kondisi Kali Ciliwung di lokasi lomba juga menjadi perhatian. Wali Kota mengatakan sungai sebelumnya sempat mengalami kondisi air yang rendah ketika musim kemarau. Namun, saat kegiatan berlangsung, debit air dinilai cukup untuk digunakan sebagai arena lomba.
“Sekarang kita bisa lihat di Pasar Baru sungainya lumayan cukup buat dilakukan dayung, lomba dayung,” katanya.
Ketika Sungai Menjadi Ruang Rekreasi
Pemanfaatan Kali Ciliwung sebagai arena olahraga membawa pesan yang lebih luas. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa sungai di Jakarta dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, tidak hanya berfungsi sebagai saluran air.
“Sungai yang ada di Jakarta juga bisa menjadikan tempat untuk berkegiatan. Dalam hal ini kegiatan rekreasinya berupa dayung,” ujar Wali Kota.
Ia juga menyoroti kondisi sungai saat lomba yang dinilainya bersih dan airnya jernih.
Karena itu, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan lingkungan. Pesan tersebut penting karena pemanfaatan sungai sebagai ruang rekreasi membutuhkan kondisi lingkungan yang mendukung.
Dari Lomba Dayung ke Pariwisata
Potensi lain yang dilihat pemerintah adalah pariwisata. Wali Kota mengaitkan kegiatan seperti lomba dayung dengan upaya meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai kota global. Menurutnya, aktivitas yang memiliki karakter unik dan khas dapat menjadi bagian dari kegiatan yang menarik perhatian terhadap kawasan.
“Ini mudah-mudahan akan menjadi momentum meningkatkan pariwisata di Jakarta,” katanya.
Namun, pernyataan tersebut masih merupakan harapan dan arah pengembangan, bukan berarti lomba dayung di Kali Ciliwung saat ini sudah menjadi destinasi wisata.
Yang terlihat saat ini adalah upaya memanfaatkan karakter kawasan Pasar Baru dan keberadaan sungai untuk menciptakan aktivitas masyarakat yang berbeda.
Pasar Baru dan Identitas Kota
Lomba dayung juga memperlihatkan hubungan antara olahraga, ruang publik, lingkungan, dan identitas kawasan.
Pasar Baru tidak hanya diposisikan sebagai kawasan perdagangan dan sejarah, tetapi juga sebagai ruang yang dapat diisi dengan aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kali Ciliwung menjadi bagian dari latar kegiatan tersebut. Sungai yang berada di tengah kawasan perkotaan dimanfaatkan untuk olahraga rekreasi, sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas lingkungan menentukan bagaimana ruang tersebut dapat digunakan.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini memperlihatkan satu kemungkinan dalam pengelolaan ruang kota: sungai dapat menjadi ruang olahraga dan interaksi masyarakat ketika kondisi lingkungan dan infrastrukturnya mendukung.
Bagi Pemkot Jakarta Pusat, lomba dayung menjadi salah satu cara menghidupkan Pasar Baru melalui aktivitas masyarakat. Ke depan, kegiatan semacam ini juga diharapkan dapat ikut memperkuat daya tarik kawasan dan membuka peluang bagi pengembangan pariwisata Jakarta.
Komentar