Frame Daily, Mina - Sebuah laporan yang diunggah melalui platform Kawal Haji ramai diperbincangkan setelah menyebut jumlah kasur jamaah haji di Mina diduga tidak sesuai dengan jumlah jamaah dalam satu kloter.
Dalam laporan tersebut, seorang jamaah dari kloter SOC 3-1 menyebut hasil survei lapangan menemukan jumlah kasur di Maktab 24 hanya sekitar 250 unit. Padahal, jumlah jamaah dalam satu kloter disebut mencapai sekitar 353 orang.
“Mendasari hasil survei teman-teman ke maktab di Mina kloter SOC 3 berada di maktab 24. Sesuai informasi hasil survei, jumlah kasur hanya 250, sedangkan jamaah satu kloter kurang lebih 353,” tulis laporan tersebut.

Jamaah Minta Dilakukan Pengecekan Ulang
Pelapor meminta pihak terkait melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Selain itu, jamaah juga mempertanyakan apakah akan ada penambahan fasilitas apabila jumlah kasur memang lebih sedikit dibanding jumlah jamaah yang akan menempati maktab tersebut.
Dalam laporan yang sama, pelapor menyebut persoalan kekurangan kasur di Mina disebut bukan pertama kali terjadi dan dikabarkan berulang setiap tahun.
Respons Petugas Masih Menunggu Informasi Resmi
Laporan tersebut telah mendapat tanggapan dari akun petugas di platform Kawal Haji.
Petugas bernama Muhammad Akmal Fadlurrahman meminta jamaah menunggu informasi resmi dari pihak Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
“Terima kasih atas laporannya Bapak, mohon untuk menunggu informasi resmi dari pihak Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia ya Pak,” tulis petugas dalam kolom tanggapan.

Kondisi Mina Jadi Perhatian Jamaah
Mina menjadi salah satu titik terpadat dalam rangkaian ibadah haji karena jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul di kawasan tenda selama puncak ibadah haji.
Karena itu, kesiapan fasilitas seperti tempat tidur, pendingin ruangan, hingga kapasitas tenda menjadi perhatian penting bagi jamaah.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait laporan dugaan kekurangan kasur tersebut.

Komentar