Frame Daily, Jakarta - Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 memunculkan pertanyaan baru di kalangan pengguna kendaraan pribadi. Dengan selisih harga yang semakin lebar dibandingkan Pertalite, sebagian masyarakat mulai menghitung ulang biaya bahan bakar yang harus dikeluarkan setiap bulan.
Perubahan harga tersebut membuat pengguna kendaraan menghadapi pilihan yang tidak sederhana. Di satu sisi, Pertamax direkomendasikan untuk banyak kendaraan modern. Di sisi lain, kenaikan hampir Rp4.000 per liter membuat pengeluaran bulanan ikut meningkat.
Lalu, seberapa besar tambahan biaya yang harus ditanggung pengguna Pertamax?
Selisih Harga Kian Lebar
Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertalite dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax mencapai Rp16.250 per liter.
| Jenis BBM | Harga |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 |
| Pertamax | Rp16.250 |
| Selisih | Rp6.250 |
Perbedaan tersebut semakin terasa ketika dihitung dalam satu kali pengisian penuh.
Untuk kendaraan dengan kapasitas tangki 40 liter:
Pertalite
40 x Rp10.000 = Rp400.000
Pertamax
40 x Rp16.250 = Rp650.000
Selisih
Rp250.000 dalam satu kali pengisian penuh.
Tambahan biaya tersebut menjadi perhatian bagi pengguna yang rutin menggunakan Pertamax untuk aktivitas harian.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter menambah biaya operasional kendaraan. Seberapa besar dampaknya bagi pengguna harian?
Tambahan Pengeluaran Bisa Capai Rp1 Juta
Dampak kenaikan harga akan lebih terasa pada penggunaan bulanan. Dengan asumsi kendaraan mengisi penuh empat kali dalam sebulan:
Pertalite
4 x Rp400.000 = Rp1.600.000
Pertamax
4 x Rp650.000 = Rp2.600.000
Selisih
Rp1.000.000 per bulan.
Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga tidak hanya memengaruhi biaya sekali isi, tetapi juga total pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan transportasi. Bagi pengguna kendaraan dengan mobilitas tinggi, angka tersebut dapat menjadi komponen pengeluaran tambahan yang perlu diperhitungkan dalam anggaran bulanan.

Baca Selengkapnya
Tidak Semua Kendaraan Bisa Turun Kelas BBM
Meski selisih harga cukup besar, tidak semua pemilik kendaraan dapat langsung beralih ke bahan bakar dengan oktan lebih rendah.
Sejumlah kendaraan modern dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi tertentu agar performa mesin tetap optimal. Kendaraan seperti Toyota Yaris, Honda Civic, Honda HR-V Turbo, Hyundai Creta Turbo, hingga Toyota Raize Turbo umumnya direkomendasikan menggunakan BBM dengan angka oktan lebih tinggi.
Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat memengaruhi performa mesin dalam jangka panjang.
Karena itu, keputusan memilih bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh harga, tetapi juga kebutuhan teknis kendaraan.
Perubahan Pola Konsumsi Jadi Perhatian
Kenaikan harga Pertamax membuka sejumlah pertanyaan yang menarik untuk dicermati dalam beberapa waktu ke depan.
Apakah pengguna Pertamax akan tetap bertahan?
Apakah konsumsi Pertamax akan mengalami penurunan?
Apakah antrean Pertalite akan bertambah?
Atau justru masyarakat mulai mengurangi mobilitas untuk menekan pengeluaran?
Jawaban atas pertanyaan tersebut baru akan terlihat setelah masyarakat beradaptasi dengan harga baru yang mulai berlaku pada Juni 2026. Bagi pelaku industri energi dan transportasi, perubahan pola konsumsi BBM menjadi salah satu indikator yang akan terus dipantau dalam beberapa pekan mendatang.

Komentar