Frame Daily, Jakarta - Pertandingan pamungkas Grup L Piala Dunia 2026 menyajikan duel sengit penuh drama yang mempertemukan raksasa Eropa, Kroasia, melawan perwakilan tangguh Afrika, Ghana. Bermain di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, laga hidup-mati ini berakhir dengan kemenangan dramatis skuad Vatreni.
Skor Kroasia vs Ghana yang berkesudahan 2-1 menjadi bukti betapa ketatnya persaingan demi mengamankan tiket menuju babak 32 besar turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, Kroasia langsung mengambil inisiatif menyerang. Berada di posisi yang kurang menguntungkan pada klasemen sementara sebelum laga dimulai membuat tim asuhan Zlatko Dalic tampil habis-habisan. Dipimpin oleh jenderal lapangan tengah veteran mereka, Luka Modric, Kroasia mencoba membongkar pertahanan disiplin Ghana yang digalang oleh Thomas Partey. Aliran bola pendek dari kaki ke kaki dipadukan dengan tusukan sayap yang dimotori Ivan Perisic terus merepotkan barisan belakang The Black Stars.
Dominasi penguasaan bola tim Vatreni akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-31. Berawal dari skema serangan balik yang rapi, Mateo Kovacic memberikan umpan pendek kepada gelandang muda berbakat, Petar Sucic. Tanpa pengawalan yang berarti dari lini tengah lawan, Sucic melepaskan tembakan keras mendatar dari jarak sekitar 25 meter di luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke pojok bawah gawang tanpa bisa dijangkau oleh kiper Ghana, Benjamin Asare. Gol spektakuler tersebut mengubah papan skor menjadi 1-0 sekaligus membakar semangat para pendukung Kroasia yang memadati stadion.

Ghana yang tampil cenderung pasif di paruh pertama mencoba memberikan respons. Antoine Semenyo sempat mendapatkan peluang lewat serangan balik cepat, namun kedisplinan lini belakang Kroasia yang dipimpin oleh Josip Sutalo berhasil meredam agresivitas tersebut. Hingga turun minum, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan keunggulan tipis satu bola tetap menjadi milik Kroasia.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berubah drastis setelah pelatih Ghana merombak strategi dengan melakukan pergantian pemain. Masuknya Abdul Fatawu dan Ernest Nuamah menyuntikkan kecepatan dan energi baru di lini serang Ghana. The Black Stars mulai berani keluar menyerang dan menekan lini tengah Kroasia yang mulai tampak kelelahan. Skema permainan terbuka ini memaksa barisan pertahanan Kroasia melakukan beberapa pelanggaran berbahaya di area pertahanan mereka sendiri.
Petaka bagi Kroasia akhirnya datang pada menit ke-73. Berawal dari situasi bola mati akibat pelanggaran keras, Ernest Nuamah mengirimkan umpan lambung akurat ke dalam kotak penalti. Bola liar tersebut langsung disambar oleh bek Ghana, Derrick Luckassen, lewat sebuah sundulan tajam yang menggetarkan jala gawang Dominik Livakovic. Gol tersebut sempat dianulir oleh hakim garis karena dugaan offside. Namun, setelah melalui peninjauan mendalam oleh teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang memakan waktu sekitar empat menit, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut. Skor pun berubah imbang menjadi 1-1, sebuah hasil yang sebenarnya sudah cukup untuk membawa Ghana melaju ke fase berikutnya.

Ketika pertandingan diprediksi akan berakhir imbang, mentalitas juara Kroasia kembali berbicara di menit-menit akhir. Mengandalkan pengalaman luar biasa di turnamen besar, skuad Vatreni mengurung total pertahanan Ghana di sisa sepuluh menit laga. Peluang emas sempat didapatkan oleh pemain pengganti Mario Pasalic, namun tendangannya masih bisa ditepis secara gemilang oleh Asare dan menghasilkan sepak pojok.
Momen penentu kemenangan akhirnya tercipta pada menit ke-83 dari skema bola mati tersebut. Luka Modric mengeksekusi sepak pojok dengan mengirimkan umpan lambung melengkung yang sangat akurat ke jantung pertahanan Ghana. Nikola Vlasic dengan cerdik memenangkan duel udara melawan para bek Ghana dan melepaskan sundulan terarah yang membentur tiang bagian dalam sebelum bersarang telak di dalam gawang. Gol telat Vlasic ini mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Kroasia.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Ghana tidak mampu mengejar ketertinggalan mereka. Dengan hasil ini, Kroasia resmi mengunci posisi runner-up Grup L dengan koleksi enam poin di bawah Inggris, sekaligus memastikan tempat di babak knock-out 32 besar Piala Dunia 2026. Di sisi lain, meski harus menelan kekalahan pahit, Ghana tetap berhak mendampingi Inggris dan Kroasia ke babak selanjutnya lewat jalur peringkat ketiga terbaik turnamen setelah mengemas empat poin dari tiga laga yang dijalani.

Komentar