Frame Daily, Jakarta - Pertandingan penentu di babak penyisihan Grup K Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Kolombia vs Portugal baru saja berakhir. Laga dramatis yang berlangsung di Miami Stadium, Florida, menyajikan tontonan kelas dunia yang penuh dengan intensitas tinggi. Meskipun kedua tim sama-sama dipastikan mengamankan tiket menuju babak 32 besar sebelum sepak mula, gengsi memperebutkan status juara grup membuat tensi pertandingan tetap membara sepanjang 90 menit penuh.
Bagi para pencinta sepak bola yang mencari informasi mengenai hasil pertandingan ini, skor Columbia vs Portugal berakhir imbang dengan skor kacamata 0-0.
Skor akhir ini menempatkan Los Cafeteros (julukan Kolombia) kokoh di puncak klasemen akhir Grup K dengan raihan 7 poin. Di sisi lain, Selecao das Quinas harus puas mengakhiri fase grup di peringkat kedua dengan koleksi 5 poin setelah melewati laga pamungkas yang sangat menguras fisik serta emosi ini.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama yang Intens
Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama, Kolombia langsung mengambil inisiatif menyerang untuk membongkar pertahanan rapat Portugal. Bintang mereka, Luis Diaz, langsung memberikan ancaman nyata di menit-menit awal lewat tendangan keras terarah yang sempat membentur bek lawan sebelum akhirnya melambung tipis di atas mistar gawang Diogo Costa. Tidak berselang lama, giliran penyerang Jhon Cordoba yang melepaskan tembakan spekulasi setelah berhasil melewati adangan Bruno Fernandes, namun kesigapan kiper Portugal mampu mematahkan peluang emas tersebut.
Kreativitas lini tengah Kolombia yang dikomandoi oleh sang kapten veteran, James Rodriguez, benar-benar merepotkan barisan pertahanan Portugal yang dipimpin Ruben Dias. Melalui skema umpan terobosan cerdik, James mengirimkan bola matang ke arah Jhon Arias di dalam kotak penalti. Arias melepaskan tembakan menyusur tanah yang mengarah tepat ke pojok bawah gawang, tetapi gelandang bertahan Portugal, Ruben Neves, tampil sebagai pahlawan dengan menyapu bola tepat sebelum melewati garis gawang.
Portugal tidak tinggal diam melihat gempuran bertubi-tubi dari wakil Amerika Selatan tersebut. Selepas jeda turun minum singkat atau hydration break, anak asuh Roberto Martinez mulai menemukan ritme permainan mereka. Bruno Fernandes mendapatkan peluang terbaiknya setelah memanfaatkan umpan tarik dari Joao Cancelo di dalam area penalti Kolombia. Fernandes melepaskan tendangan keras mendatar, namun kiper Kolombia, Camilo Vargas, melakukan penyelamatan refleks yang luar biasa demi mengamankan jalannya pertandingan bagi timnya. Skor Columbia vs Portugal bertahan imbang tanpa gol hingga paruh waktu selesai.

Jual Beli Serangan di Babak Kedua dan Drama Menit Akhir
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin terbuka dan berkecepatan tinggi meskipun cuaca di Florida cukup panas dan lembap. Kedua pelatih mulai melakukan pergantian strategi untuk memecah kebuntuan. Portugal memasukkan darah segar seperti Rafael Leao dan Joao Neves untuk menambah daya gedor lini serang mereka demi menopang pergerakan sang megabintang sekaligus kapten utama, Cristiano Ronaldo.
Kolombia mendapatkan peluang emas pada menit ke-60 ketika Santiago Arias merangsek maju dari sisi kanan dan memberikan umpan manja kepada pemain pengganti, Richard Rios. Sayangnya, tendangan penempatan bola yang dilepaskan Rios melenceng tipis di samping tiang gawang Portugal. Ketegangan semakin memuncak di sisa 10 menit waktu normal saat intensitas serangan kedua kubu kian meningkat. Cristiano Ronaldo sempat melakukan kerja sama apik satu-dua dengan Bruno Fernandes untuk membongkar pertahanan lawan, namun sundulan akhir yang coba diarahkan masih bisa dihalau oleh Davinson Sanchez.
Puncak drama terjadi pada masa injury time babak kedua. Pendukung Kolombia sempat bergemuruh riuh ketika Davinson Sanchez berhasil menyundul bola masuk ke dalam gawang Portugal setelah memanfaatkan eksekusi tendangan bebas akurat dari Juan Fernando Quintero. Namun, selebrasi emosional skuad asuhan Nestor Lorenzo tersebut harus terhenti seketika. Hakim garis dengan sigap mengangkat bendera tanda terjadinya pelanggaran offside, yang kemudian dikonfirmasi oleh peninjauan VAR karena ujung kaki sang bek sedikit mendahului pemain bertahan terakhir Portugal.
Hingga peluit panjang ditiup, tidak ada satu gol pun yang tercipta dari total 36 tembakan yang dilepaskan oleh kedua tim sepanjang pertandingan ini. Hasil skor Columbia vs Portugal yang berkesudahan 0-0 mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Kolombia, di mana ini merupakan hasil imbang tanpa gol pertama mereka dari total 25 laga yang telah mereka lakoni sepanjang sejarah partisipasi di putaran final Piala Dunia.

Menatap Babak Knockout 32 Besar
Dengan hasil akhir babak penyisihan ini, peta persaingan di babak gugur 32 besar kian menarik untuk disaksikan. Columbia yang sukses keluar sebagai juara Grup K dijadwalkan akan terbang menuju Kansas City untuk berhadapan dengan salah satu tim kuat asal Afrika, Ghana, pada pertandingan yang digelar awal Juli nanti. Status juara grup tentu memberi modal kepercayaan diri yang sangat tinggi bagi James Rodriguez dan kawan-kawan setelah tampil tidak terkalahkan di fase grup.
Sementara itu, Portugal yang menduduki posisi runner-up harus bersiap menghadapi ujian berat lainnya di babak gugur. Cristiano Ronaldo dkk akan bertolak menuju Toronto untuk menantang runner-up tangguh dari grup lain, yakni Kroasia. Duel ini diprediksi akan berjalan sangat ketat mengingat kedua tim memiliki komposisi pemain bertabur bintang Eropa. Bagi Portugal, penyelesaian akhir tentu menjadi catatan evaluasi utama pelatih Roberto Martinez setelah gagal mengonversi sejumlah peluang emas di laga pamungkas grup mereka.

Komentar