Frame Daily, MIAMI - Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan tensi tinggi di atas lapangan hijau, tetapi juga momen bersejarah di luar teknis pertandingan. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah pemandangan tidak biasa dalam upacara pembukaan laga Grup H antara Arab Saudi melawan Uruguay di Miami Stadium, Florida.
Badan sepak bola dunia, FIFA, secara resmi menerapkan prosedur logistik khusus yang berbeda dari negara peserta piala dunia 2026 lainnya. Kebijakan ini diambil demi menghormati nilai religius mendalam yang melekat pada bendera nasional Arab Saudi.
Pemandangan Berbeda di Laga Arab Saudi vs Uruguay
Jika biasanya dalam seremoni pra-pertandingan menjelang kick-off bendera raksasa kedua negara dibentangkan secara horizontal menempel di atas permukaan rumput lapangan, aturan tersebut diubah khusus untuk laga ini.
Bendera hijau milik Arab Saudi tetap diangkat tinggi-tinggi oleh puluhan petugas upacara dan sama sekali tidak dibiarkan menyentuh tanah.
Demi menjaga asas kesetaraan (fair play) dan estetika visual di lapangan, bendera Uruguay yang menjadi lawan tandingnya pun ikut diperlakukan serupa—turut diangkat tinggi selama lagu kebangsaan dikumandangkan.
Momen unik ini langsung memicu pembicaraan hangat di media sosial. Berdasarkan lansiran dari media olahraga internasional GiveMeSport, langkah ini menjadi sorotan tajam karena sifatnya yang sangat eksklusif:
"Para penggemar bermata jeli menyadari bagaimana bendera Arab Saudi diangkat tinggi dari permukaan lapangan sebelum laga pembuka mereka melawan Uruguay pada Senin malam. laporan penyiar Stadium Astro, bendera Arab Saudi menjadi satu-satunya bendera dari 48 negara kontestan Piala Dunia 2026 yang secara hukum protokol tidak diizinkan menyentuh tanah. Langkah ini diambil demi mematuhi larangan ketat Kerajaan yang mengharamkan bendera nasional diturunkan dengan cara yang memungkinkannya menyentuh tanah, air, atau permukaan apa pun di bawahnya."
Alasan Aturan Ketat Kalimat Tauhid Tidak Boleh Menyentuh Tanah
Langkah taktis dari FIFA ini diambil menyusul koordinasi dan kepatuhan terhadap aturan ketat dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengenai hukum penggunaan simbol negara mereka.
Kesucian Tulisan Syahadat
Seperti diketahui, bendera Arab Saudi memuat kalimat Syahadat atau kalimat tauhid beraksara Arab (Lā ilāha illallāh Muḥammadur rasūlullāh) di atas lambang pedang. Kalimat ini merupakan simbol paling suci dalam keyakinan umat Islam.
Hukum Protokol Negara
Berdasarkan regulasi resmi Kerajaan, bendera tersebut dilarang keras untuk diturunkan setengah tiang (bahkan saat masa berkabung nasional) maupun menyentuh permukaan tanah terbawah. Menyentuhkan bendera tersebut ke tanah, meskipun dalam konteks seremoni olahraga, dianggap sebagai bentuk penistaan terhadap kalimat suci yang tertera di dalamnya.
Pertandingan pembuka Grup H itu sendiri akhirnya berakhir dengan skor imbang 1-1. Arab Saudi sempat memimpin lewat gol bek Abdulelah Al-Amri, sebelum disamakan oleh penyerang Uruguay, Maximiliano Araújo. Namun, di luar skor akhir, aksi toleransi FIFA inilah yang berhasil memenangkan hati jutaan suporter di seluruh dunia.
Komentar