Ekonomi 2027 Ditarget Tumbuh 6 Persen

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027 melalui RAPBN yang tetap ekspansif. Fokusnya mencakup penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, dan penguatan investasi.

Ekonomi 2027 Ditarget Tumbuh 6 Persen
Konferensi Pers RAPBN & Nota Keuangan TA 2027 (foto : BAY)

Frame Daily, Jakarta - ​Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027. Target tersebut dibarengi upaya menekan angka kemiskinan, memperluas lapangan kerja formal, dan menjaga daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Arah kebijakan itu dituangkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang mengusung tema "Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat".

Target tersebut disusun setelah perekonomian nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Pada semester pertama tahun ini, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen (year on year) dan diperkirakan menguat hingga sekitar 5,6–6,0 persen pada akhir tahun. Di saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen, sementara angka kemiskinan menyusut menjadi 8,07 persen.


Kemiskinan dan Pengangguran Ditarget Turun


Pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. RAPBN 2027 juga menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6,0–6,5 persen serta menjaga tingkat pengangguran terbuka pada kisaran 4,30–4,87 persen.


Sejumlah indikator pembangunan lain turut dipatok meningkat, mulai dari Indeks Modal Manusia, kesejahteraan petani, hingga peningkatan proporsi lapangan kerja formal. Pemerintah juga menargetkan pendapatan nasional bruto per kapita mencapai USD5.800–USD5.840 pada 2027.


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi global masih penuh ketidakpastian. Meski begitu, pemerintah merasa memiliki pengalaman dalam merespons gejolak ekonomi sehingga dampaknya terhadap Indonesia dapat ditekan.


Ia mengatakan berbagai respons kebijakan yang telah diterapkan dalam beberapa triwulan terakhir menjadi bekal untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.


Belanja Negara Tembus Rp4.097 Triliun


Untuk mendukung target tersebut, pemerintah merencanakan Belanja Negara sebesar Rp4.097,2 triliun pada 2027 atau naik sekitar 3,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Belanja itu terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp3.362,2 triliun dan Transfer ke Daerah sebesar Rp735 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur strategis, meningkatkan kualitas belanja, memperbaiki akurasi penyaluran subsidi dan bantuan sosial, serta memperkuat sinergi fiskal pusat dan daerah.


Pemerintah juga memprioritaskan delapan klaster pembangunan nasional, antara lain ketahanan pangan, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industri, infrastruktur, ekonomi desa, serta percepatan penurunan kemiskinan.


Pendapatan Negara dan Defisit Tetap Dijaga


Di sisi penerimaan, pemerintah menargetkan Pendapatan Negara mencapai Rp3.426 triliun. Angka tersebut berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.908 triliun, PNBP Rp517,4 triliun, dan hibah sekitar Rp0,7 triliun.


Optimalisasi penerimaan akan dilakukan melalui reformasi perpajakan, digitalisasi sistem, peningkatan kepatuhan wajib pajak, hingga penguatan pengelolaan sumber daya alam dan aset negara.
Sementara itu, defisit anggaran dipatok sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB.

Pembiayaan ​dilakukan melalui kombinasi utang dan non-utang dengan mempertimbangkan biaya, risiko, dan keberlanjutan fiskal jangka panjang.


Pemerintah menegaskan RAPBN 2027 tetap disusun dengan karakter ekspansif agar mampu memberi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga kesehatan fiskal negara dalam jangka panjang.

Ditulis oleh Bayu

Komentar