Frame Daily, Jakarta - Industri film Indonesia kembali menghadirkan warna baru lewat Dukun Magang, sebuah film yang menggabungkan unsur horor dan komedi dalam satu cerita. Dengan latar kehidupan mahasiswa dan nuansa mistis khas Indonesia, film ini menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya menegangkan tetapi juga menghibur.
Film ini disutradarai oleh Chiska Doppert, yang mencoba mengangkat tema perdukunan dari sudut pandang berbeda. Alih-alih menghadirkan kisah horor yang sepenuhnya gelap, Dukun Magang menyelipkan banyak momen komedi yang lahir dari situasi tidak biasa yang dialami para karakternya.
Cerita berpusat pada Raka, seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang menyelesaikan skripsinya. Karena kesulitan menemukan topik penelitian yang menarik, ia memilih meneliti praktik perdukunan yang masih berkembang di sebuah desa terpencil.
Keputusan tersebut menjadi awal petaka. Raka yang dikenal sebagai sosok rasional dan tidak percaya pada hal-hal gaib justru menemukan berbagai kejadian aneh yang sulit dijelaskan secara logika. Semakin dalam ia melakukan penelitian, semakin besar pula misteri yang harus dihadapinya.
Situasi berubah menjadi lebih berbahaya ketika kemunculan sosok gaib yang selama ini tersembunyi mulai mengancam warga desa. Dalam kondisi terdesak, Raka tidak punya pilihan selain mempelajari berbagai ritual dan pengetahuan mistis yang sebelumnya selalu ia anggap sebagai takhayul.
Konflik utama film ini lahir dari benturan antara pola pikir modern yang dimiliki Raka dengan tradisi mistis yang masih dipegang masyarakat desa. Dari sinilah muncul banyak adegan lucu sekaligus menegangkan yang menjadi daya tarik utama film.
Untuk jajaran pemain, Dukun Magang dibintangi oleh Jefan Nathanio sebagai Raka dan Hana Saraswati sebagai Sekar. Film ini juga menghadirkan sejumlah nama yang dikenal dengan kemampuan komedinya seperti Dodit Mulyanto, Wira Nagara, Mo Sidik, dan Fajar Nugra, yang menambah warna dalam cerita.
Kehadiran para komedian tersebut membuat film ini tidak hanya mengandalkan jumpscare atau kemunculan makhluk gaib semata. Interaksi antarkarakter menjadi elemen penting yang diharapkan mampu menghadirkan hiburan bagi penonton dari berbagai kalangan.
Dari sisi produksi, Dukun Magang mengusung konsep horor komedi yang dekat dengan budaya lokal. Tema tentang dukun, ritual tradisional, hingga kepercayaan masyarakat terhadap dunia gaib menjadi fondasi cerita yang terasa akrab bagi penonton Indonesia.
Film Dukun Magang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. Dengan kombinasi misteri, komedi, dan sentuhan budaya Nusantara, film ini berpotensi menjadi salah satu tontonan menarik yang meramaikan deretan film Indonesia pada musim liburan pertengahan tahun.
Komentar