Frame Daily, Jakarta - Dewan Pers menggelar acara doa bersama dan solidaritas untuk lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas jurnalistik. Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih Nomor 32–34, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).
Acara ini digelar di tengah kabar dihentikannya proses pencarian resmi terhadap kelima jurnalis tersebut. Dewan Pers mengajak insan pers untuk tetap menjaga doa, solidaritas, dan harapan bagi keluarga yang masih menantikan kepulangan mereka.
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan partisipasi komunitas pers terhadap para jurnalis yang hingga kini belum kembali kepada keluarga.
Komaruddin Sebut Dedikasi Jurnalis Layak Dihargai
Dalam sambutannya, Komaruddin menilai kelima jurnalis, yang berprofesi sebagai wartawan dan fotografer, telah menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas untuk menghadirkan informasi visual kepada masyarakat.
"Dan bagi kami mereka betul-betul menunjukkan dedikasinya, militansi yang luar biasa sehingga mereka layak kalau disebut sebagai pahlawan pers tahun ini," ujar Komaruddin dalam acara tersebut, Senin (21/9/2026).
Ia mengingatkan masyarakat bahwa foto dan gambar jurnalistik yang dinikmati publik sering kali diperoleh melalui perjuangan dan risiko yang tidak selalu terlihat. Musibah yang menimpa para jurnalis tersebut, menurutnya, menjadi pengingat atas beratnya tugas mendapatkan dokumentasi terbaik dari suatu peristiwa.
"Biasanya kita itu menikmati potret, gambar, tapi kadang melupakan bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkannya," katanya.
Komaruddin juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan berbagai instansi yang telah berupaya mencari jejak keberadaan para jurnalis. Dewan Pers turut menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Doa dan Solidaritas untuk Keluarga
Dalam acara doa bersama tersebut, Komaruddin menyampaikan harapan agar kelima jurnalis dapat kembali kepada keluarga. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tetap memberikan dukungan moral kepada keluarga dalam menghadapi situasi yang sulit.
"Dan tentu doa kami semoga mereka kembali," ujar Komaruddin.
Ia kemudian menyampaikan pesan keikhlasan dan doa apabila para jurnalis tersebut tidak dapat kembali kepada keluarga, dengan menempatkan mereka sebagai pahlawan kemanusiaan dan pahlawan pers.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari refleksi dan dukungan spiritual dalam acara yang turut diisi dengan sambutan serta refleksi dari insan pers.

Dewan Pers Soroti Keselamatan Liputan
Selain menyampaikan solidaritas, Komaruddin menekankan pentingnya keselamatan jurnalis ketika menjalankan tugas di wilayah yang memiliki potensi bahaya, termasuk daerah bencana dan konflik.
Ia mengimbau jurnalis untuk berkoordinasi dengan pejabat, petugas, dan pihak terkait sebelum melakukan peliputan di lokasi berisiko. Koordinasi tersebut diperlukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi ancaman keselamatan selama menjalankan tugas jurnalistik.
"Dan kedua, juga pihak pimpinan hendaknya melepas memperhatikan betul," kata Komaruddin, yang menekankan tanggung jawab pimpinan perusahaan media dalam memperhatikan keselamatan pekerja jurnalistik.
Menurutnya, perusahaan media juga perlu memberikan perhatian khusus kepada keluarga apabila terjadi musibah yang menimpa jurnalis. Dukungan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab dan solidaritas institusi pers.
Kebebasan Pers dan Ancaman terhadap Jurnalis
Menanggapi pertanyaan mengenai kekerasan terhadap pers di luar situasi bencana alam, Komaruddin mengatakan bahwa jurnalis masih menghadapi berbagai bentuk kekerasan, penghalangan, dan hambatan dalam menjalankan tugas.
Ia menyebut ancaman terhadap kebebasan pers tidak hanya muncul dalam konteks bencana, tetapi juga dapat berasal dari tindakan individu atau pihak tertentu yang menghambat kerja jurnalistik.
Komaruddin menegaskan pentingnya dukungan terhadap kebebasan pers agar masyarakat memperoleh informasi yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Tugas kita itu menyajikan berita peristiwa yang otentik untuk disampaikan dalam masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat memenuhi ruang informasi publik. Karena itu, kebebasan pers perlu dijaga agar jurnalis dapat menyampaikan berita berdasarkan fakta dan dokumentasi yang diperoleh melalui proses jurnalistik.
Acara doa bersama Dewan Pers menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sesama insan pers sekaligus menyampaikan dukungan kepada keluarga lima jurnalis yang masih menantikan kabar kepulangan mereka.
Komentar