Frame Daily, Jakarta – Persaingan sengit kelas ringan Kejuaraan Dunia Moto3 kembali menyuguhkan aksi mendebarkan di Sirkuit Silverstone, Inggris. Pembalap muda berbakat asal Spanyol, David Almansa, berhasil keluar sebagai juara Moto3 Silverstone setelah memenangi pertarungan dramatis hingga lap terakhir. Mengendarai motor Liqui Moly Dynavolt Intact GP, Almansa menunjukkan kematangan strategi dan ketenangan luar biasa di tengah gempuran para pesaing terdekatnya.
Sejak bendera start dikibarkan, balapan Moto3 Inggris ini berlangsung dalam tempo yang sangat tinggi. Sirkuit Silverstone yang terkenal dengan karakter lintasan cepat dan tikungan teknis menjadi panggung persaingan sengit kelompok terdepan. Almansa langsung melesat dari baris kedua grid untuk mengambil alih posisi pimpinan balapan. Kendati sempat beberapa kali bertukar posisi dengan rival-rivalnya seperti Alvaro Carpe, Valentin Perrone, hingga Brian Uriarte, ketahanan mental pembalap berusia 20 tahun tersebut menjadi kunci keberhasilannya mengunci podium tertinggi.

Masuk ke putaran-putaran akhir, tekanan di barisan depan semakin memuncak. Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo dan rekannya Brian Uriarte terus melancarkan serangan bertubi-tubi. Nasib kurang beruntung dialami Uriarte yang terjatuh di lap terakhir saat mencoba menekan batas maksimal. Momen tersebut dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Almansa untuk memperlebar jarak. Ia akhirnya menyentuh garis finis pertama dengan keunggulan selisih waktu 0,701 detik dari Carpe yang harus puas berada di podium kedua, disusul Valentin Perrone di tempat ketiga.
Kemenangan dramatis ini menjadi podium tertinggi kedua bagi David Almansa sepanjang musim berjalan.
Hasil maksimal di GP Inggris ini tak hanya mengakhiri masa-masa sulit yang sempat dialaminya akibat masalah kesehatan pada seri-seri sebelumnya, tetapi juga memangkas jarak poin secara signifikan di tabel klasemen sementara. Tambahan 25 poin berharga ini melontarkan posisi Almansa ke peringkat ketiga klasemen pembalap Moto3.
Perhatian publik balap Tanah Air tertuju pada performa impresif pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Memulai balapan dari posisi start ke-16 yang kurang menguntungkan, rider andalan Honda Team Asia tersebut menunjukkan aksi comeback yang luar biasa. Sejak awal lomba, Veda tampil agresif namun tetap terukur dalam melewati satu per satu pembalap di barisan tengah.

Perjuangan gigih Veda Ega Pratama akhirnya membuahkan hasil manis. Pembalap asal Yogyakarta itu sukses menyalip Matteo Bertelle tepat di garis finis dengan keunggulan tipis 0,075 detik untuk mengamankan posisi kesembilan. Keberhasilan merangsek masuk ke posisi sembilan besar dari urutan 16 membuktikan kapasitas dan mental bertarung Veda yang kian matang di ajang balap tingkat dunia. Hasil konsisten ini menjaga posisinya tetap kokoh di papan atas klasemen sementara.
Gelaran Moto3 di Sirkuit Silverstone menyajikan drama balapan khas kelas lightweight yang penuh kejutan dan determinasi tinggi. Dengan hasil ini, peta persaingan perburuan gelar juara dunia Moto3 dipastikan akan semakin memanas jelang seri berikutnya di Sirkuit MotorLand Aragon. Para penggemar balap motor kini menantikan kejutan lain yang akan dihadirkan oleh sang juara Moto3 Silverstone, David Almansa, serta kiprah gemilang Veda Ega Pratama di sisa musim ini.

Komentar