Frame Daily, Bandung - Aroma asap flare dan kepungan warna biru yang membungkus Kota Kembang dalam perayaan gelar juara tiga kali berturut-turut (hattrick) Persib Bandung harus ternoda oleh aksi kurang terpuji. Penyerang asing andalan Maung Bandung asal Prancis, Andrew Jung, menjadi korban keagresifan oknum warga di tengah lautan manusia yang memadati Jalan Asia Afrika, Minggu (24/5/2026).
Sore itu, kawasan alun-alun hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika berubah menjadi lautan biru. Ribuan Bobotoh yang menyemut membuat bus konvoi pemain terpaksa melambat, memaksa sejumlah penggawa Persib untuk turun dan berjalan
Andrew Jung, yang berjalan dengan kawalan ketat, tampak ramah melayani ajakan bersalaman dan swafoto dari suporter. Ia mengenakan kacamata hitam khas dengan aksen stiker Persib di bagian lensanya—sebuah aksesori ikonik yang kerap ia pamerkan selama masa kejayaan klub musim ini.Namun, situasi yang semula penuh sukacita mendadak berubah tegang saat Jung melangkah mendekati area bawah JPO Asia Afrika
Detik Detik Penjarahan Terekam Kamera
Detik-Detik Penjarahan Terekam Kamera berdasarkan rekaman video amatir yang viral di media sosial, sebuah tangan dari tengah kerumunan secara agresif merangsek maju dan langsung menarik kacamata dari wajah pemain andalan Maung Bandung tersebut.
Jung yang terkejut sempat menunjukkan gestur kaget dan raut wajah tegang. Beruntung, insting sang striker bergerak cepat. Sebelum kacamata tersebut berpindah tangan sepenuhnya ke dalam kerumunan,

Andrew Jung langsung menariknya kembali dengan sigap. Melalui unggahan klarifikasi di media sosial setelah acara, pihak perwakilan Manajemen Persib memastikan bahwa kacamata ikonik tersebut berhasil diselamatkan dan kini aman berada di tangan sang pemain
Kecaman dari Netizen dan Komunitas Suporter
Meski kacamata tersebut gagal dicuri, insiden kriminalitas skala kecil ini memicu gelombang kecaman keras dari sesama Bobotoh di jagat maya
Banyak pihak menyayangkan perilaku oknum suporter—yang dicurigai sebagai penonton musiman (fomo)—karena dinilai mencoreng nama baik Bandung dan menodai kesucian pesta juara yang seharusnya berlangsung tertib

Komentar