Frame Daily, Magelang — Sebanyak 58 Bhikkhu dari empat negara tiba di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, sebagai titik akhir perjalanan spiritual Indonesia Walk For Peace yang dimulai dari Bali. Kedatangan para Bhikkhu disambut hangat oleh umat Buddha dengan taburan bunga teratai dan doa bersama menjelang perayaan Waisak.
Suasana penuh khidmat langsung terasa saat rombongan Bhikkhu memasuki area Borobudur. Umat Buddha yang telah menunggu sejak pagi memberikan penghormatan sebagai simbol cinta kasih, kedamaian, dan penghargaan atas perjalanan panjang yang telah ditempuh.
Para Bhikkhu berasal dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia. Mereka berjalan menempuh rute lintas daerah sebagai bagian dari misi perdamaian dan persaudaraan antarumat manusia.
Perjalanan Spiritual Membawa Pesan Perdamaian
Indonesia Walk For Peace menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Raya Waisak 2026 di Borobudur. Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol penyebaran nilai toleransi, welas asih, dan harmoni di tengah masyarakat.

Selama perjalanan dari Bali menuju Magelang, para Bhikkhu menyapa masyarakat di berbagai daerah dan mengajak warga menjaga semangat hidup damai di tengah keberagaman.
Kehadiran mereka juga menarik perhatian wisatawan dan masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan langsung momen spiritual tersebut.
Ritual Pradaksina di Candi Borobudur
Setelah tiba di kawasan candi, para Bhikkhu menjalani ritual pradaksina, yaitu berjalan mengelilingi Candi Borobudur searah jarum jam sebagai bentuk penghormatan dan meditasi spiritual.
Ritual dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas selesainya perjalanan Walk For Peace. Prosesi berlangsung tenang dan penuh kekhusyukan dengan latar megahnya Candi Borobudur.

Borobudur kembali menjadi pusat kegiatan spiritual umat Buddha dunia menjelang puncak perayaan Waisak. Ribuan umat diperkirakan hadir dalam berbagai agenda keagamaan yang digelar di kawasan tersebut.
Borobudur Jadi Simbol Toleransi dan Persaudaraan
Kegiatan Walk For Peace menunjukkan bahwa Borobudur bukan hanya warisan budaya dunia, tetapi juga ruang perjumpaan nilai kemanusiaan dan perdamaian lintas negara.

Semangat yang dibawa para Bhikkhu diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga toleransi, menghormati perbedaan, dan memperkuat persaudaraan di kehidupan sehari-hari.
Perjalanan panjang para Bhikkhu berakhir di Borobudur, tetapi pesan perdamaian yang mereka bawa diharapkan terus hidup di tengah masyarakat.

Komentar