30 Jam Berlalu, Kebakaran Pabrik Plastik di Cengkareng Jakbar Masih Belum Padam

30 Jam Berlalu, Kebakaran Pabrik Plastik di Cengkareng Jakbar Masih Belum Padam
Foto : Antaranews

Frame Daily, JAKARTA - Kebakaran hebat yang melanda pabrik plastik di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, masih terus ditangani petugas hingga Selasa malam, 19 Mei 2026. Api yang mulai berkobar sejak Senin siang belum sepenuhnya padam meski proses pemadaman telah berlangsung lebih dari 30 jam.

Asap hitam pekat masih terlihat membumbung dari area pabrik di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk. Material plastik yang mudah terbakar membuat proses pendinginan berlangsung lama dan berisiko tinggi.

135 Personel dan 27 Unit Damkar Dikerahkan

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengerahkan puluhan armada untuk mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan sekitar.

Kasiops Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan proses penanganan masih fokus pada pendinginan di titik-titik yang masih menyimpan bara api.

“Situasi kebakaran proses pendinginan,” kata Syaiful seperti dikutip dari detikcom.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 27 unit mobil pemadam dan 135 personel diterjunkan ke lokasi. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi.

Kronologi Kebakaran

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 14.23 WIB. Api diduga berasal dari area gudang penyimpanan kardus dan material plastik di dalam pabrik.

Berdasarkan keterangan petugas damkar, pekerja sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Kobaran api justru cepat membesar karena banyaknya bahan mudah terbakar di lokasi.

Dalam rekaman video warga yang beredar di media sosial, asap hitam terlihat membumbung tinggi hingga dapat terlihat dari jalan raya sekitar Cengkareng dan Kalideres.

Tiga Orang Terluka Saat Proses Pemadaman

Insiden ini juga menyebabkan tiga orang mengalami luka saat proses penanganan berlangsung. Korban terdiri dari petugas dan relawan damkar.

Satu korban dilaporkan mengalami sesak napas, sementara dua lainnya mengalami cedera mata akibat semburan nozzle tekanan tinggi saat pemadaman dilakukan. Para korban telah mendapat penanganan medis di rumah sakit.

Material Plastik Jadi Kendala Utama

Petugas menyebut material plastik di dalam gudang menjadi penyebab utama api sulit dipadamkan. Plastik menghasilkan panas tinggi dan bara api yang bertahan lama meski bagian luar terlihat mulai padam.

Damkar bahkan sempat menggunakan robot pemadam untuk membantu penyisiran area dalam bangunan demi mengurangi risiko bagi petugas.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kebakaran di kawasan pergudangan dan industri plastik di Jakarta Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah Cengkareng dan Kapuk beberapa kali mengalami kebakaran gudang dengan material serupa yang menyebabkan proses pemadaman berlangsung lebih lama.

Ditulis oleh T A

Komentar