12 Mahasiswa Asing Lulus dari UMP

Sebanyak 12 mahasiswa internasional dari sembilan negara diwisuda UMP. Mereka membawa pengalaman akademik dan budaya Banyumas ke negara asal.

12 Mahasiswa Asing Lulus dari UMP
Sebanyak 12 mahasiswa internasional dari sembilan negara diwisuda UMP. (ist)

Frame Daily, PURWOKERTO - Mahasiswa internasional UMP dari sembilan negara turut mengikuti Wisuda ke-79 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada 3-4 Oktober 2026. Sebanyak 12 mahasiswa dari Yaman, Kenya, Madagaskar, Filipina, Sudan, Pakistan, Gambia, Mali, dan Zimbabwe resmi menyelesaikan pendidikan mereka.

Kehadiran mahasiswa internasional UMP menjadi bagian dari momentum akademik yang memperlihatkan semakin beragamnya latar belakang peserta didik di kampus tersebut. Mereka menempuh pendidikan pada sejumlah program studi, mulai Akuntansi, Teknik Elektro, Manajemen, hingga Pendidikan Bahasa Inggris.

Para mahasiswa internasional UMP tersebut terdiri atas lulusan program sarjana dan magister. Dua lulusan asal Yaman, Ibrahim Abdulbasot, S.Ak. dan Saleh Bandar Mohammed, S.T., menyelesaikan pendidikan sarjana, sedangkan Najib Abdirahman, S.Ak. asal Kenya menuntaskan studi Akuntansi.

Pada jenjang magister, lulusan berasal dari Madagaskar, Filipina, Pakistan, Sudan, Gambia, Mali, dan Zimbabwe. Salah satunya ialah Mamoudou Sangare, M.Pd. asal Mali yang menyelesaikan pendidikan sekaligus mendapatkan pengalaman mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat Purwokerto.

Pengalaman mahasiswa internasional UMP tidak berhenti di ruang kuliah. Mereka berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia dan lingkungan masyarakat setempat sehingga memperoleh kesempatan mengenal bahasa serta kebudayaan Banyumas secara langsung.

Belajar Akademik dan Budaya Banyumas

Mamoudou Sangare mengaku pengalaman selama menempuh pendidikan di UMP memberikan kesempatan untuk mengenal budaya lokal. Ia juga mempelajari bahasa Banyumasan selama berada di Purwokerto.

“Saya sangat senang bisa kuliah di UMP Purwokerto, sekaligus mendapat beasiswa dari Pak Rektor. Selain belajar, saya juga sekaligus belajar bahasa dan budaya Banyumasan,” kata Mamoudou.

Pengalaman tersebut menjadi bekal yang akan dibawa Mamoudou setelah kembali ke Mali. Ia berharap pengetahuan mengenai Indonesia, khususnya budaya Banyumas, dapat diperkenalkan kepada masyarakat di negara asalnya.

“Hal ini yang akan saya bawa ke negara saya untuk saya kenalkan di sana,” ujarnya.

Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso mengatakan keberadaan mahasiswa internasional UMP memiliki peran penting dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Menurut dia, konsep tersebut tidak hanya berorientasi pada aktivitas kampus di luar negeri.

“Internasionalisasi bukan hanya tentang UMP pergi ke luar negeri. Dunia juga harus hadir di dalam kampus kita,” ujar Jebul.

Ia berharap para lulusan dari berbagai negara tetap menjadi bagian dari keluarga besar UMP setelah menyelesaikan pendidikan. Para alumni internasional tersebut juga diharapkan dapat menjadi penghubung antara UMP dan masyarakat dunia.

“Mereka adalah bagian dari keluarga besar UMP. Setelah kembali ke negaranya atau melanjutkan perjalanan ke tempat lain, kami berharap mereka menjadi jembatan yang menghubungkan UMP dengan masyarakat dunia,” katanya.

Wisuda ke-79 UMP pada akhirnya tidak hanya menandai kelulusan para mahasiswa. Kehadiran 12 lulusan dari sembilan negara memperlihatkan pertemuan lintas budaya di lingkungan akademik Purwokerto, dengan pengalaman pendidikan dan budaya Indonesia yang turut dibawa para alumni ke negara masing-masing.

Ditulis oleh Indah Susilo

Komentar