Warga Golo Lero Bertahan di Luar Rumah Pascagempa

Warga Golo Lero, Lambaleda Timur, Manggarai Timur, masih bertahan di luar rumah dan titik pengungsian karena trauma gempa serta membutuhkan tenda dan sembako.

Warga Golo Lero Bertahan di Luar Rumah Pascagempa
Warga Desa Golo Lero, Kecamatan Lambaleda Timur, Manggarai Timur, memilih bertahan di luar rumah dan sejumlah titik pengungsian karena masih trauma terhadap gempa susulan. Anak-anak dan lansia turut berada di lokasi pengungsian di tengah cuaca yang dingin. (Foto Bowman/framedaily.id)

Frame Daily, Manggarai Timur - Warga Desa Golo Lero, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, hingga Sabtu (22/8/2026) masih bertahan di luar rumah maupun tersebar di sejumlah titik pengungsian setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores.

Sebagian warga memilih tidak kembali tidur di dalam rumah karena masih mengalami trauma dan khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga kemudian mencari tempat yang dianggap lebih aman dengan berkumpul di luar rumah maupun di titik-titik pengungsian yang tersedia. Kondisi tersebut menjadi semakin berat pada malam hari karena cuaca di wilayah Golo Lero cukup dingin.

Butuh tenda, sembako karena cuaca daerah sini dingin. Banyak anak-anak dan orang tua. Karena mereka trauma tidur dalam rumah,” ungkap warga Desa Golo Lero kepada FrameDaily.

Warga Tersebar di Sejumlah Titik

Tidak semua warga terdampak terkonsentrasi dalam satu posko. Sebagian berada di titik pengungsian, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di sekitar rumah masing-masing dengan mendirikan tempat perlindungan sementara.

Situasi ini membuat kebutuhan penanganan di lapangan cukup beragam. Warga membutuhkan tempat berlindung yang layak, makanan, air minum, perlengkapan tidur, serta kebutuhan dasar lainnya.

Kondisi tersebut terutama menjadi perhatian bagi keluarga yang membawa anak-anak dan warga lanjut usia.

Mereka harus bertahan menghadapi udara dingin pada malam hari, sementara rasa takut terhadap gempa membuat sebagian warga belum berani masuk dan tidur di dalam rumah.

Kebutuhan Tenda Mendesak

Warga berharap bantuan tenda dapat segera dikirim ke Desa Golo Lero.

Tenda diperlukan sebagai tempat perlindungan sementara bagi warga yang memilih tetap berada di luar rumah hingga situasi dinilai cukup aman untuk kembali.

Selain memberikan perlindungan dari udara malam, tenda juga dapat membantu warga berkumpul secara lebih teratur sehingga memudahkan distribusi makanan, pelayanan kesehatan, serta pendataan oleh petugas.

Kebutuhan lain yang tidak kalah penting adalah sembako dan makanan.

Bantuan pangan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga selama mereka masih berada di lokasi pengungsian atau bertahan di luar rumah.

Trauma Pascagempa, Kapan Pengungsi Membutuhkan Bantuan Psikologis? Frame Daily
Pemulihan pascagempa NTT tidak hanya menyangkut rumah dan infrastruktur. Rasa takut, kecemasan, gangguan tidur hingga perubahan perilaku juga perlu diperhatikan.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Anak-Anak dan Lansia Jadi Perhatian

Keberadaan anak-anak dan lansia di antara warga yang bertahan di luar rumah membutuhkan perhatian khusus.

Cuaca dingin dan kondisi tempat tinggal sementara yang terbatas dapat membuat kelompok rentan lebih mudah mengalami kelelahan dan gangguan kesehatan.

Karena itu, bantuan untuk warga Golo Lero diharapkan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga mencakup selimut, alas tidur, pakaian hangat, air bersih, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan khusus anak-anak dan lansia.

Pelayanan kesehatan dan dukungan psikososial juga diperlukan mengingat sebagian warga masih mengalami trauma setelah gempa.

Trauma Gempa Membuat Warga Belum Berani Tidur di Rumah

Bagi warga Golo Lero, rasa aman menjadi persoalan utama setelah gempa.

Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini belum sepenuhnya dianggap aman oleh sebagian warga. Kekhawatiran terhadap gempa susulan membuat mereka memilih tidur di luar rumah atau di lokasi pengungsian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fase tanggap darurat tidak berhenti setelah gempa utama berlalu. Kebutuhan warga dapat terus berubah seiring perkembangan kondisi di lapangan.

Pemerintah daerah bersama BPBD, BNPB, Basarnas, aparat, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat perlu memastikan warga yang tersebar di berbagai titik tetap terdata dan mendapatkan bantuan.

Bantuan Diharapkan Menjangkau Seluruh Titik

Warga berharap distribusi bantuan tidak hanya terpusat pada posko utama, tetapi juga menjangkau warga yang memilih bertahan secara mandiri di luar rumah.

Pendataan menjadi penting agar kelompok yang berada jauh dari posko tidak terlewat dalam distribusi bantuan.

Untuk saat ini, tenda, sembako, air minum, selimut, perlengkapan tidur, dan kebutuhan anak-anak serta lansia menjadi kebutuhan yang disampaikan warga Desa Golo Lero.

Kondisi di lapangan masih membutuhkan pemantauan dan pemutakhiran data. Jumlah warga yang bertahan di luar rumah maupun yang berada di titik pengungsian juga perlu dikonfirmasi melalui posko resmi dan BPBD Kabupaten Manggarai Timur.

Catatan redaksi: Informasi mengenai kebutuhan tenda dan sembako serta kondisi warga yang tersebar di luar rumah dan titik pengungsian berdasarkan keterangan warga Desa Golo Lero yang diterima FrameDaily. Jumlah pengungsi per titik belum dicantumkan karena masih memerlukan verifikasi resmi dari BPBD/BNPB.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar