Video Perayaan Gebyar uharram di MTs NU Mranggen Viral

Video penampilan di Gebyar Muharram ke-16 MTs dan MA NU Mranggen, Demak, viral di media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warganet.

Video Perayaan Gebyar uharram di MTs NU Mranggen Viral
Video penampilan dalam Gebyar Muharram MTs dan MA NU Mranggen viral di media sosial. Warganet terbelah dalam menilai penampilan yang ditampilkan. (Frame Daily)

Frame Daily, Demak - MTs dan MA NU Mranggen kembali menggelar Gebyar Muharram ke-16 dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang mengusung tema “Memulai Langkah Menjadi Segoro Berkah” tersebut berlangsung meriah di Jalan Pasar Hewan RT 01 RW 01, Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Selasa (16/6/2026).

Berbagai rangkaian acara digelar sejak malam hari. Kegiatan diawali dengan mujahadah atau doa bersama yang dilanjutkan dengan pesta kembang api. Memasuki hari berikutnya, panitia menggelar upacara resmi serta pertunjukan display drumband yang menjadi daya tarik utama.

Sebanyak 26 grup drumband dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam perayaan tersebut. Atraksi musik dan formasi yang ditampilkan para peserta berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati area kegiatan.

Kepala Sekolah MTs NU Mranggen, M. Abdul Kodir, S.H.I., sebelumnya menyampaikan bahwa Gebyar Muharram merupakan bagian dari syiar Islam yang diwujudkan melalui kegiatan positif dan melibatkan banyak pihak.

Penampilan Pengisi Acara Viral di Media Sosial

Di tengah kemeriahan acara, potongan video salah satu penampilan dalam Gebyar Muharram ke-16 mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang pengisi acara wanita tampil dengan pakaian yang dinilai sebagian pengguna media sosial cukup terbuka dan menampilkan tarian yang dianggap tidak sejalan dengan nuansa peringatan Tahun Baru Islam.

Cuplikan video itu kemudian tersebar luas melalui berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian pengguna media sosial mengkritik penampilan tersebut. Mereka menilai pemilihan busana serta koreografi yang ditampilkan kurang mencerminkan nilai-nilai islami, mengingat acara tersebut digelar dalam rangka memperingati datangnya tahun baru dalam kalender Hijriah.

Komentar serupa juga banyak ditemukan pada unggahan sejumlah akun media sosial yang membagikan rekaman tersebut. Tidak sedikit warganet yang mempertanyakan proses kurasi penampilan dalam kegiatan yang melibatkan lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Muncul Perbedaan Pendapat

Di sisi lain, terdapat pula pengguna media sosial yang memberikan pandangan berbeda. Mereka meminta masyarakat untuk melihat keseluruhan rangkaian acara secara utuh dan tidak hanya berfokus pada potongan video yang beredar.

Menurut sebagian warganet, penampilan tersebut kemungkinan merupakan bagian dari hiburan atau pentas seni yang dihadirkan untuk memeriahkan acara tahunan tersebut. Mereka juga mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan cuplikan singkat yang tersebar di internet.

Perbedaan pendapat tersebut membuat perbincangan mengenai Gebyar Muharram ke-16 MTs dan MA NU Mranggen semakin ramai di berbagai platform media sosial.

Menjadi Perbincangan Warganet

Video yang viral itu diketahui diunggah dan dibagikan oleh sejumlah akun media sosial serta turut menjadi pembahasan di beberapa media daring. Perbincangan yang berkembang memperlihatkan adanya dua pandangan berbeda dari masyarakat terkait konsep hiburan dalam kegiatan keagamaan.

Hingga Selasa (23/6/2026), video tersebut masih menjadi topik yang ramai dibahas oleh pengguna media sosial. Beragam komentar terus bermunculan, mulai dari kritik terhadap penampilan yang ditampilkan hingga pendapat yang meminta publik melihat konteks acara secara menyeluruh.

Gebyar Muharram sendiri merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh MTs dan MA NU Mranggen sebagai bagian dari peringatan Tahun Baru Islam. Selain menjadi ajang syiar dan kebersamaan, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai penampilan seni serta melibatkan peserta dari sejumlah daerah.

Ditulis oleh Gus

Komentar