Frame Daily, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari vokalis band Kotak, Tantri Syalindri. Penyanyi yang akrab disapa Tantri Kotak itu mengungkap dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh orang terdekatnya sendiri. Tak tanggung-tanggung, total kerugian dalam kasus tersebut disebut mencapai hampir Rp10 miliar.
Informasi itu diungkap Tantri melalui sejumlah unggahan di akun Instagram pribadinya. Lewat Instagram Story, ia membagikan kondisi emosional yang tengah dirasakannya usai mengetahui kabar tersebut. Tantri mengaku sangat terpukul, terlebih informasi itu datang saat dirinya sedang menikmati waktu libur bersama keluarga.
Dalam unggahannya, Tantri menceritakan bahwa dua hari terakhir menjadi momen yang sangat berat baginya. Ia menyebut perubahan perasaannya terjadi begitu cepat setelah mendengar kabar yang tidak menyenangkan tersebut.
“2 hari ini berat banget dijalani, perubahan perasaan yang teramat cepat! Dapat jatah libur 2 hari buat main sama anak, ketawa-ketawa, liat WAG tiba-tiba dengar kabar nggak baik. Langsung drop banget, hilang nafsu makan,” tulis Tantri dalam unggahan yang dikutip pada Selasa (23/6).
Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik. Nama Tantri Kotak pun ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah ia secara terbuka membagikan dugaan kasus penipuan yang dialaminya.
Kerugian Disebut Hampir Rp10 Miliar
Dalam unggahan lanjutan, Tantri mengungkap bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Ia menyebut ada banyak orang lain yang juga terdampak dalam kasus ini. Jika ditotal, jumlah kerugian para korban disebut mencapai angka fantastis, yakni hampir Rp10 miliar.
“Please sosmed do your magic, yang ketipu bukan hanya aku, melainkan buanyak orang yang ditotal-total hampir Rp10 M,” tulis Tantri.
Angka kerugian yang besar membuat kasus ini semakin menjadi sorotan. Bukan hanya karena melibatkan figur publik, tetapi juga karena dana yang disebut ikut terbawa dalam kasus tersebut dikabarkan berkaitan dengan kebutuhan penting milik sejumlah korban.
Tantri mengungkap bahwa uang yang diduga dibawa kabur bukan hanya miliknya pribadi. Menurutnya, dana tersebut juga merupakan milik orang lain, termasuk tabungan anak-anak hingga biaya pengobatan pasien kanker. Hal inilah yang membuat kasus tersebut terasa semakin berat baginya.
Unggah Identitas Terduga Pelaku
Dalam unggahan Instagram Story, Tantri juga menampilkan foto dan identitas perempuan yang diduga terkait dengan kasus tersebut. Sosok itu disebut berinisial PN alias Poppy Nupitasari.
Tantri mengaku terpaksa mengunggah identitas terduga pelaku karena yang bersangkutan disebut telah menghilang selama tiga hari dan memutus akses komunikasi. Ia pun mengaku kebingungan mencari cara untuk menghubungi orang tersebut.
“Aku masih harus post muka kamu mih, karena udah 3x24 jam kamu menghilang membawa uang miliaran, di mana itu uang para korban. Aku bingung mau cari kamu lewat jalur apa,” tulis Tantri.
Unggahan tersebut sontak mengundang reaksi luas dari warganet. Banyak yang memberikan simpati kepada Tantri, sementara sebagian lainnya ikut menyoroti besarnya kerugian yang disebut dalam kasus tersebut.
Tantri Belum Tempuh Jalur Hukum
Meski merasa dirugikan, Tantri mengaku belum langsung mengambil langkah hukum. Istri dari Arda Naff itu mengatakan masih berusaha menunggu itikad baik dari pihak yang diduga membawa uang para korban. Ia berharap persoalan tersebut bisa diselesaikan secara langsung terlebih dahulu sebelum menempuh jalur hukum.
“Sebenarnya bisa aja aku LP, tapi aku masih usaha menunggu itikad baik kamu, buat ketemu, ngobrol, dan menyelesaikan semua,” ungkapnya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Tantri masih membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan. Namun di sisi lain, unggahan tersebut juga menjadi sinyal bahwa persoalan yang dihadapinya cukup serius, mengingat jumlah korban dan nilai kerugian yang disebut tidak sedikit.
Sampai saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak yang disebut dalam unggahan Tantri. Belum diketahui pula bagaimana perkembangan komunikasi antara pihak Tantri dan terduga pelaku setelah unggahan tersebut ramai di media sosial.
Komentar