Frame Daily, Jakarta – Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan perjuangan pantang menyerah di panggung Kejuaraan Dunia Moto3 Inggris yang berlangsung di Sirkuit Silverstone. Memulai balapan dari posisi ke-15, rider yang membela tim Honda Team Asia tersebut sukses merangsek naik dan menyentuh garis finis di urutan kesembilan. Hasil impresif ini sekaligus membuktikan kapasitas Veda sebagai salah satu pembalap rookie paling menjanjikan dalam ajang balap motor paling bergengsi di dunia.
Jalannya balapan di Sirkuit Silverstone menyajikan drama persaingan yang sangat sengit sejak bendera start dikibarkan. Karakter lintasan cepat dan lebar khas Inggris membuat jarak antarpembalap sangat rapat, menuntut konsentrasi tingkat tinggi serta keberanian dalam mengambil keputusan. Veda Ega Pratama langsung melakukan start yang sangat baik dengan melewati beberapa rivalnya di dua lap awal. Kecepatan dan manuver agresif yang ditunjukkan rider asal Gunungkidul, Yogyakarta, ini membawanya menembus kelompok sepuluh besar hanya dalam waktu singkat.

Kendati demikian, persaingan di rombongan tengah tidak berjalan mudah bagi Veda. Aksi saling salip yang sangat intens terus terjadi sepanjang balapan, ditambah beberapa insiden kecelakaan yang memicu berkibarnya bendera kuning (yellow flag). Pembalap bernomor motor 91 ini sempat melorot ke urutan ke-12 akibat tekanan dari para pesaing di grup kedua. Namun, kematangan berpikir dan ketenangan di atas lintasan membuat Veda tetap mampu menjaga ritme balapnya. Ia terus memanfaatkan celah serta momentum kecelakaan pembalap lain untuk memperbaiki posisinya.
Puncaknya terjadi pada putaran-putaran terakhir. Ketika rombongan terdepan mulai memperlebar jarak, Veda Ega Pratama fokus memimpin perebutan posisi di grup kedua. Pada lap pamungkas, manuver cerdas berhasil ia lancarkan saat melewati Matteo Bertelle di tikungan akhir. Aksi heroik tersebut memastikan Veda mengamankan posisi kesembilan saat melintasi garis finis, hanya berselisih tipis dari rombongan di depannya.
Usai balapan, Veda mengungkapkan bahwa dirinya cukup puas dengan feeling pada sepeda motor Honda miliknya, terutama sektor ban depan. Meski demikian, ia jujur mengakui masih melakukan beberapa kesalahan kecil yang membuatnya sempat kehilangan kontak dengan grup terdepan. Pengalaman berharga dari Silverstone ini diakuinya menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan performa pada seri-seri berikutnya.
Tambahan tujuh poin dari Moto3 Inggris sangat berharga bagi posisi Veda di klasemen Moto3 musim ini.
Pembalap kebanggaan Indonesia tersebut kini telah mengumpulkan total 97 poin dan kokoh berada di peringkat keenam klasemen sementara. Konsistensi meraih poin dalam setiap seri menjadi kunci utama bagi Veda untuk tetap bersaing di papan atas musim 2026.

Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama sekali lagi membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing sejajar dengan para pembalap top dunia. Dukungan penuh dari masyarakat Tanah Air tentu terus mengalir agar Veda mampu terus mengibarkan bendera Merah Putih dan meraih hasil maksimal di seri balapan selanjutnya di GP Aragon.

Komentar