Stok Menumpuk, Harga Ayam Broiler Jabodetabek Anjlok

Harga ayam broiler hidup di tingkat peternak Jabodetabek turun hingga Rp13.000 per kilogram, jauh di bawah biaya produksi. Kondisi ini membuat peternak merugi dan mendorong pemerintah menyiapkan langkah intervensi.

Stok Menumpuk, Harga Ayam Broiler Jabodetabek Anjlok
Pantauan Di Lapangan, Nuriyah (61) Menjelaskan "Harga Turun Drastis Sejak Empat Bulan Sampai Sekarang

Frame Daily, Jakarta - Harga ayam ras pedaging (broiler) hidup di tingkat peternak wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dilaporkan turun hingga kisaran Rp13.000–Rp15.500 per kilogram. Harga tersebut berada jauh di bawah biaya pokok produksi sehingga menyebabkan kerugian bagi peternak.

Berdasarkan data Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Permindo), kondisi tersebut telah berlangsung selama hampir empat bulan dan menjadi tantangan bagi peternak mandiri.

Harga Jauh di Bawah Biaya Produksi

Permindo mencatat biaya pokok produksi (BPP) ayam broiler saat ini berada pada kisaran Rp17.000–Rp19.500 per kilogram. Sementara itu, Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional mencapai Rp25.000 per kilogram.

Harga Jauh di Bawah Biaya Produksi

Permindo mencatat biaya pokok produksi (BPP) ayam broiler saat ini berada pada kisaran Rp17.000–Rp19.500 per kilogram. Sementara itu, Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional mencapai Rp25.000 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut, peternak diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp4.500 hingga Rp7.000 untuk setiap kilogram ayam yang dipasarkan.

Oversuplai Jadi Penyebab

Penurunan harga dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan ayam hidup yang tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan pasar.

Selain kondisi oversuplai setelah musim permintaan tinggi, berkurangnya penyerapan dari sejumlah dapur program pemenuhan gizi dalam beberapa waktu terakhir juga disebut ikut memengaruhi distribusi ayam hidup dari sentra produksi menuju pasar Jabodetabek.

Akibatnya, stok ayam di kandang meningkat sehingga sebagian peternak memilih menjual dengan harga rendah untuk mengurangi beban biaya pakan.

Harga Eceran Masih Tinggi

Meski harga ayam hidup di tingkat peternak mengalami penurunan tajam, kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin di tingkat konsumen.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan harga daging ayam segar di pasar eceran Jakarta masih berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp41.000 per kilogram.

Perbedaan harga antara tingkat peternak dan konsumen menunjukkan masih adanya disparitas dalam rantai distribusi dan tata niaga ayam broiler.

Pemerintah Siapkan Intervensi

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menyiapkan langkah stabilisasi harga.

Salah satu upaya yang didorong adalah meningkatkan penyerapan ayam hidup oleh perusahaan integrator serta mengoptimalkan penggunaan fasilitas cold storage untuk menjaga keseimbangan pasokan di pasar.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu memperbaiki harga ayam hidup di tingkat peternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perunggasan nasional.

Ditulis oleh RUS

Komentar