Rwanda Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia Melalui Kerja Sama Selatan-Selatan

Dubes Rwanda menyebut Indonesia sebagai mitra strategis dalam perdagangan, investasi, pariwisata, dan pembangunan pada peringatan Hari Pembebasan Rwanda ke-32.

Rwanda Perkuat Kemitraan Strategis dengan Indonesia Melalui Kerja Sama Selatan-Selatan
Bendera Republik Indonesia dan Republik Rwanda sebagai simbol hubungan diplomatik serta kerja sama bilateral yang terus diperkuat di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, dan pembangunan. (Ilustrasi: Frame Daily/AI)

Frame Daily, Jakarta – Pemerintah Rwanda menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia melalui kerja sama Selatan-Selatan yang mencakup perdagangan, investasi, pariwisata, inovasi, hingga pembangunan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar Rwanda untuk Indonesia Abdul Karim Harelimana dalam peringatan Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 yang digelar di Jakarta, Jumat (18/7) malam.

Rwanda Sebut Indonesia Mitra Strategis

Harelimana mengatakan Indonesia merupakan mitra penting yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Rwanda melalui semangat solidaritas, persahabatan, dan kemitraan.

"Solidaritas, persahabatan, dan kemitraan Anda telah memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan Rwanda dan kami berharap dapat mencapai hal-hal yang lebih besar lagi bersama-sama," ujar Harelimana. Dikutip dari ANTARA

Menurutnya, Hari Pembebasan Rwanda menjadi tonggak kebangkitan nasional yang dibangun di atas nilai harapan, persatuan, dan tekad untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah tragedi genosida 1994.

Mengutip pesan Presiden Rwanda Paul Kagame, Harelimana menegaskan bahwa pembebasan bukanlah tujuan akhir, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga persatuan nasional, memperkuat kedaulatan, membangun institusi, dan membuka peluang bagi generasi muda.

Ia menambahkan, Rwanda kini dikenal sebagai salah satu negara di Afrika dengan kemajuan dalam tata kelola pemerintahan, keamanan, kesetaraan gender, inovasi, pelestarian lingkungan, layanan kesehatan, pendidikan, serta pertumbuhan ekonomi.

Indonesia Dorong Hubungan Bilateral Semakin Erat

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto menyampaikan penghormatan dan solidaritas Indonesia kepada Rwanda.

Menurut Santo, Hari Pembebasan Rwanda bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga simbol keberanian bangsa Rwanda membangun kembali negaranya melalui rekonsiliasi dan persatuan.

Ia menegaskan Indonesia memiliki komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Rwanda di berbagai sektor, termasuk politik dan keamanan, perdagangan, investasi, pendidikan, serta pembangunan.

Santo juga mengungkapkan bahwa kemajuan pembahasan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) antara Indonesia dan Rwanda menjadi langkah penting dalam membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Peringatan Kwibohora ke-32 tahun ini mengusung tema "Kwibohora 32 – Rwanda's Journey Continues", yang merefleksikan perjalanan panjang Rwanda dalam membangun kembali bangsa pascatragedi genosida terhadap etnis Tutsi pada 1994.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar