Ribuan Migran Masuk Ceuta, Spanyol Kerahkan Militer

Ribuan migran menyeberang dari Maroko menuju Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara. Pemerintah Spanyol mengerahkan militer untuk memperkuat pengamanan perbatasan.

Ribuan Migran Masuk Ceuta, Spanyol Kerahkan Militer
Ribuan migran berkumpul di perbatasan Ceuta, wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, saat berupaya memasuki wilayah Uni Eropa dari Maroko. Pemerintah Spanyol mengerahkan militer untuk memperkuat pengamanan. (Foto: reuters)

Frame Daily, Ceuta — Pemerintah Spanyol mengerahkan personel militer dan tambahan aparat keamanan setelah ribuan migran memasuki Ceuta, wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, melalui jalur darat dan laut dari Maroko. Gelombang kedatangan tersebut memicu krisis kemanusiaan sekaligus keamanan di salah satu perbatasan utama Uni Eropa.

Media pemerintah Spanyol, TVE, melaporkan sekitar 2.000 hingga 3.000 migran berhasil memasuki Ceuta pada Kamis (30/7). Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyebut estimasi jumlah orang yang melintasi perbatasan dalam 24 jam terakhir bisa mencapai 49.000 orang, meski angka tersebut masih menjadi bagian dari pendataan resmi yang terus diperbarui.

Spanyol Tambah Pasukan Pengamanan

Menyikapi situasi tersebut, pemerintah Spanyol mengirim 200 personel kepolisian dan 60 prajurit militer untuk memperkuat aparat yang telah bertugas di Ceuta. Langkah ini diambil setelah ribuan orang menyeberangi perbatasan dengan berenang, menggunakan ban pelampung, hingga menerobos pagar pembatas.

Presiden Ceuta, Juan Jesús Vivas, bahkan meminta pemerintah pusat menetapkan status darurat nasional karena kapasitas kota dinilai tidak lagi mampu menampung gelombang migran yang terus berdatangan.

Sedikitnya 18 Orang Dilaporkan Tewas

Gelombang migrasi tersebut juga memakan korban jiwa. Sedikitnya 18 migran dilaporkan meninggal dunia saat berusaha menyeberang dari Maroko menuju Ceuta melalui jalur laut. Sebagian besar korban diduga tenggelam akibat kondisi perairan dan kepadatan arus migrasi.

Selain korban jiwa, pusat-pusat penampungan di Ceuta dilaporkan mulai mengalami tekanan akibat meningkatnya jumlah pendatang dalam waktu singkat. Beberapa sekolah dan fasilitas umum juga disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara.

Perdana Menteri Spanyol Tinjau Lokasi

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dijadwalkan mengunjungi Ceuta bersama Menteri Dalam Negeri Fernando Grande-Marlaska untuk meninjau langsung situasi di lapangan dan mengevaluasi langkah penanganan pemerintah.

Pemerintah Spanyol menyatakan fokus utama saat ini adalah menjaga keamanan perbatasan, memberikan bantuan kemanusiaan kepada para migran, serta memperkuat koordinasi dengan otoritas Maroko guna mengendalikan arus kedatangan.

Ceuta, Gerbang Migrasi Menuju Eropa

Ceuta merupakan wilayah otonom Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko. Bersama Melilla, wilayah ini menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Afrika sehingga kerap menjadi tujuan para migran yang ingin memasuki Eropa.

Gelombang migrasi besar terakhir di Ceuta terjadi pada 2021. Lonjakan terbaru ini kembali memunculkan tantangan bagi Spanyol dan Uni Eropa dalam menangani isu migrasi, pengamanan perbatasan, dan kerja sama dengan negara-negara asal maupun transit migran.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar