Puasa Ayyamul Bidh September 2026 Dimulai Besok, Berikut Jadwalnya

“Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Akhir 1448 H dimulai Jumat, 25 September 2026. Ibadah sunah ini dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.”

Puasa Ayyamul Bidh September 2026 Dimulai Besok, Berikut Jadwalnya
Puasa Ayyamul Bidh Rabiul Akhir 1448 H berlangsung pada 25–27 September 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia. Ilustrasi AI: Framedaily.id

Frame Daily, Jakarta - Umat Islam dapat menjalankan puasa sunah Ayyamul Bidh Rabiul Akhir 1448 Hijriah mulai Jumat, 25 September 2026. Puasa tersebut berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, 27 September 2026.

Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah yang biasa dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, 1 Rabiul Akhir 1448 H jatuh pada Minggu, 13 September 2026. Dengan demikian, tanggal 13 Rabiul Akhir jatuh pada Jumat, 25 September.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026

Berikut jadwal Ayyamul Bidh Rabiul Akhir 1448 H berdasarkan penanggalan tersebut:

Jumat, 25 September 2026 - 13 Rabiul Akhir 1448 H

Sabtu, 26 September 2026 - 14 Rabiul Akhir 1448 H

Minggu, 27 September 2026 - 15 Rabiul Akhir 1448 H.

Artinya, masyarakat yang ingin menjalankan rangkaian Ayyamul Bidh dapat mempersiapkan diri mulai malam ini sebelum memasuki hari pertama puasa pada Jumat.

Jadwal yang sama juga disampaikan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. NU menyebut awal Rabiul Akhir 1448 H jatuh pada 13 September sehingga Ayyamul Bidh berlangsung pada 25–27 September.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Secara umum, Ayyamul Bidh dikenal sebagai “hari-hari putih” atau hari-hari cerah. Penyebutan tersebut berkaitan dengan malam-malam pertengahan bulan Hijriah ketika bulan tampak terang.

Anjuran berpuasa tiga hari setiap bulan antara lain terdapat dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah. Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW berpesan kepadanya untuk menjalankan tiga amalan, salah satunya berpuasa tiga hari setiap bulan. Hadis tersebut diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Dalam riwayat lain, pelaksanaan puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah juga disebut secara khusus. Karena itu, tiga tanggal tersebut dikenal sebagai waktu pelaksanaan Ayyamul Bidh.

Bagaimana dengan Niat?

Niat merupakan bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa. Pada puasa sunah, niat pada dasarnya merupakan kehendak dalam hati untuk menjalankan ibadah karena Allah.

Salah satu lafaz yang umum digunakan untuk membantu menghadirkan niat Ayyamul Bidh adalah:

Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta‘âlâ.

Artinya secara ringkas, “Saya berniat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.”

Pelafalan tersebut bukan berarti niat harus selalu diucapkan dengan formula tertentu. Yang menjadi pokok adalah adanya niat dalam hati untuk menjalankan puasa.

Mengapa Tanggal Masehinya Bisa Berbeda?

Tanggal Ayyamul Bidh dalam kalender Masehi tidak selalu sama setiap bulan karena pelaksanaannya mengikuti kalender Hijriah, bukan kalender Masehi.

Karena itu, masyarakat sebaiknya memeriksa kembali kalender Hijriah yang menjadi rujukannya setiap bulan.

Hal tersebut juga penting karena perbedaan metode penentuan kalender Hijriah dapat menghasilkan perbedaan tanggal. Untuk artikel ini, jadwal 25–27 September menggunakan Kalender Hijriah Indonesia Kementerian Agama dan konsisten dengan penanggalan yang digunakan LF PBNU.

Dengan demikian, untuk rujukan tersebut, Kamis 24 September 2026 belum menjadi hari pertama Ayyamul Bidh. Rangkaian puasa dimulai besok, Jumat 25 September, kemudian dilanjutkan Sabtu dan Minggu.

Follow Instagram @framedaily.id_official untuk mendapatkan berita terbaru, fakta, dan cerita di balik isu yang sedang ramai.

Ditulis oleh Riki firmansyahrial

Komentar