Nobar Piala Dunia Jadi Pasar Baru UMKM

Penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia 2026 di Bengkulu tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang penjualan bagi sekitar 100 pelaku UMKM lokal.

Nobar Piala Dunia Jadi Pasar Baru UMKM
Masyarakat yang menunggu dimulainya nonton bareng Piala Dunia pertandingan antara Inggris dan Kongo menyempatkan diri untuk membeli makanan di stan UMKM yang disediakan di sekitar area nobar (Frame Daily)

Frame daily, Bengkulu - Nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Bengkulu tidak hanya menghadirkan kemeriahan bagi para pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ramainya pengunjung yang memadati lokasi acara membuat lapak kuliner, minuman, hingga berbagai produk lokal ikut ramai didatangi pembeli.

Hingga saat ini, sekitar 100 pelaku UMKM telah terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah seiring penyelenggaraan nobar yang berlangsung hingga partai final.

"Untuk saat ini UMKM yang sudah terlibat dalam seluruh kegiatan ini sekitar 100 UMKM. Data tersebut juga sudah kami laporkan ke pusat. Jumlahnya masih akan terus bertambah karena yang menjadi patokan salah satunya adalah bagaimana kita bisa menaikkan kelas UMKM, memperluas ruang berusaha UMKM," kata Fonda Rafael.

Keramaian Menjadi Peluang Penjualan

Bagi pelaku UMKM, keramaian yang tercipta selama penyelenggaraan nobar menghadirkan peluang untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan. Pengunjung yang datang untuk menyaksikan pertandingan juga menjadi calon konsumen bagi berbagai produk yang dijual di sekitar lokasi acara.

Menurut Fonda, kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang usaha yang memberikan kesempatan lebih luas bagi UMKM untuk berkembang.

Meningkatnya jumlah pengunjung diharapkan berdampak langsung terhadap bertambahnya transaksi yang dinikmati para pelaku usaha selama kegiatan berlangsung.

Momentum Memperkenalkan Produk Lokal

Selain meningkatkan penjualan, nobar Piala Dunia juga menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang berasal dari berbagai daerah.

Produk kuliner, minuman, hingga berbagai hasil usaha lokal mendapat ruang untuk tampil di tengah tingginya aktivitas pengunjung. Momentum seperti ini dinilai penting karena membantu pelaku usaha menjangkau konsumen baru tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

Semakin banyak masyarakat yang mengenal produk lokal, semakin besar pula peluang terciptanya pelanggan baru setelah kegiatan berakhir.

Event Publik Gerakkan Ekonomi UMKM

Menurut Kepala LKBN ANTARA Biro Bengkulu, Anom Prihantoro, momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM.

"Momentum Piala Dunia 2026 ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk meraih keuntungan. Kami juga mengajak masyarakat yang datang menonton agar ikut menggerakkan ekonomi kecil dengan berbelanja dan jajan di lapak-lapak UMKM sehingga manfaat kegiatan ini dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat pada setiap penyelenggaraan nobar menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas pengenalan produk kepada masyarakat.

Ruang Usaha yang Perlu Terus Diperluas

Kegiatan yang mampu menghadirkan banyak pengunjung menunjukkan bahwa sebuah event publik dapat menjadi ruang ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM. Tidak hanya memperoleh tambahan penjualan selama acara berlangsung, pelaku usaha juga memiliki kesempatan membangun hubungan dengan pelanggan baru dan memperluas jangkauan pasar.

Dengan melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM dan jumlah yang masih berpotensi bertambah hingga partai final, penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 di Bengkulu menjadi contoh bagaimana sebuah kegiatan masyarakat dapat menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas. Kolaborasi seperti ini diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak pelaku UMKM memperoleh ruang usaha dan kesempatan untuk naik kelas.

Ditulis oleh Senida Aditya

Komentar