Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tinjau Program Bantuan Pasang Baru Listrik Gratis di Purworejo, Jawa Tengah

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tinjau Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis di Purworejo, Jateng. Program ini bertujuan memperluas akses listrik bagi keluarga prasejahtera melalui pemasangan sambungan listrik baru secara gratis.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tinjau Program Bantuan Pasang Baru Listrik Gratis di Purworejo, Jawa Tengah
Frame Daily - Purworejo

Frame Daily, PURWOREJO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat prasejahtera yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.

Program BPBL merupakan salah satu kebijakan strategis Kementerian ESDM yang bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi nasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui program ini, rumah tangga penerima manfaat memperoleh pemasangan listrik baru secara gratis, termasuk instalasi dasar rumah tangga dan sambungan resmi dari PT PLN (Persero).

Dalam peninjauan tersebut, Bahlil berdialog langsung dengan sejumlah warga penerima bantuan. Ia memastikan program berjalan sesuai sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses listrik.

Menurut Bahlil, listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial di tingkat keluarga.

“Pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses listrik yang layak. Kehadiran negara harus dapat dirasakan hingga ke tingkat desa dan rumah tangga,” kata Bahlil dalam kesempatan tersebut.

BPBL Percepat Pemerataan Akses Energi

Program BPBL menyasar keluarga kurang mampu yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik sendiri. Banyak penerima manfaat selama ini masih bergantung pada sambungan listrik milik tetangga atau keluarga.

Melalui bantuan tersebut, warga memperoleh instalasi listrik rumah, sambungan pelanggan PLN dengan daya 900 VA, sertifikat laik operasi, serta bantuan token listrik awal. Program ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dilaksanakan bekerja sama dengan PLN.

Kementerian ESDM menilai akses listrik yang merata menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Kehadiran listrik dapat membuka peluang usaha rumahan, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta menunjang kegiatan belajar anak-anak di rumah.

Di sejumlah wilayah, program BPBL juga terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena mengurangi ketergantungan terhadap sambungan listrik tidak resmi yang berisiko terhadap keselamatan.

Target Nasional Terus Ditingkatkan

Pemerintah terus memperluas cakupan Program BPBL seiring komitmen menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada 2026, Kementerian ESDM meningkatkan target penerima bantuan pasang baru listrik menjadi 500 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemerataan akses energi, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan yang masih memiliki keterbatasan layanan kelistrikan.

Bahlil menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor energi tidak hanya diukur dari capaian proyek besar, melainkan juga dari kemampuan negara menghadirkan listrik bagi masyarakat yang belum menikmati layanan tersebut.

Sejumlah media nasional dalam pemberitaan terbaru juga mencatat bahwa pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia dapat menikmati akses listrik secara menyeluruh sebelum 2029. Program BPBL menjadi salah satu instrumen utama untuk mencapai target tersebut.

Warga Rasakan Manfaat Langsung

Kehadiran listrik mandiri memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat penerima manfaat. Selain meningkatkan kenyamanan, akses listrik yang memadai juga membantu aktivitas ekonomi keluarga.

Di Purworejo, sejumlah warga mengaku kini dapat menjalankan berbagai aktivitas rumah tangga dengan lebih baik setelah mendapatkan sambungan listrik resmi. Anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan penerangan yang cukup, sementara pelaku usaha kecil memperoleh dukungan energi untuk menjalankan usahanya.

Pemerintah berharap Program BPBL dapat terus menjangkau lebih banyak keluarga prasejahtera di berbagai daerah sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses energi.

Melalui peninjauan langsung di Purworejo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan listrik yang merata, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Ditulis oleh T.S

Komentar