Mensesneg Buka Opsi Penyesuaian Anggaran MBG

Mensesneg Buka Opsi Penyesuaian Anggaran MBG
Foto : Setneg.go.id

Frame Daily, Jakarta - Pemerintah tengah melakukan penyesuaian besar dalam struktur belanja negara melalui kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu program yang ikut dibahas adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah membuka opsi pengelolaan ulang anggaran agar program prioritas dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Efisiensi APBN Jadi Dasar Kebijakan

Kebijakan efisiensi anggaran mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang menargetkan penghematan di berbagai kementerian dan lembaga negara.

Dana hasil penghematan tersebut akan dikonsolidasikan kembali untuk mendukung program strategis nasional. Salah satu yang menjadi fokus adalah peningkatan cakupan program Makan Bergizi Gratis.

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan opsi pengurangan anggaran MBG sebagai bagian efisiensi APBN untuk mendukung program prioritas pemerintah.

Pemerintah menilai, pengaturan ulang belanja negara dibutuhkan agar alokasi anggaran lebih tepat sasaran dan berdampak langsung ke masyarakat.

MBG Tetap Jadi Program Prioritas

Meski ada opsi penyesuaian anggaran, pemerintah menegaskan bahwa program MBG tetap menjadi salah satu prioritas utama. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan.

Prasetyo Hadi menekankan bahwa kebijakan yang ditempuh bukan sekadar pemangkasan, melainkan optimalisasi penggunaan anggaran negara.

“Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini bahwa akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program Makan Bergizi Gratis ini. Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN,” kata Prasetyo di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6).

Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan penerima manfaat di seluruh daerah, termasuk wilayah yang selama ini sulit dijangkau distribusi program sosial.

Penguatan Distribusi dan Implementasi

Selain soal anggaran, pemerintah juga menyiapkan penguatan pada aspek distribusi dan pelaksanaan program. Kementerian terkait diminta memastikan pelaksanaan MBG berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Koordinasi lintas kementerian menjadi kunci dalam memastikan program ini tidak hanya kuat di perencanaan, tetapi juga berjalan baik di lapangan.

Pemerintah juga menyiapkan evaluasi berkala untuk mengukur dampak program terhadap peningkatan gizi masyarakat.

Dampak terhadap Kebijakan Fiskal

Penyesuaian anggaran ini mencerminkan arah kebijakan fiskal yang lebih fokus pada efisiensi dan prioritas nasional. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara penghematan belanja dan peningkatan program sosial.

Ekonom menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi penguatan belanja produktif, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Dengan pengelolaan anggaran yang lebih ketat, pemerintah berharap program seperti MBG dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Opsi pengurangan atau penyesuaian anggaran MBG menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menata ulang belanja negara. Fokus utama tetap pada efektivitas program dan pemerataan manfaat di seluruh wilayah Indonesia.

Ditulis oleh TA

Komentar