Mengenal Kopi Mont Blanc dan Dirty Latte

Mengenal kopi Mont Blanc dan Dirty Latte yang sedang populer, mulai dari asal, bahan, cita rasa, hingga perbedaan cara penyajiannya.

Mengenal Kopi Mont Blanc dan Dirty Latte
Foto ilustrasi : framedaily.id

Frame Daily, Jakarta – Tren kopi terus berkembang seiring munculnya berbagai racikan baru yang menawarkan pengalaman menikmati kopi dengan karakter berbeda. Belakangan ini, kopi Mont Blanc dan Dirty Latte menjadi dua menu yang banyak menghiasi daftar minuman di berbagai kedai kopi, mulai dari coffee shop independen hingga jaringan kafe modern.

Meski sama-sama memiliki tampilan berlapis yang menarik perhatian, kedua minuman tersebut menghadirkan sensasi rasa, teknik pembuatan, serta cara penyajian yang berbeda. Mont Blanc lebih mengedepankan perpaduan kopi dingin dengan lapisan krim manis dan aroma citrus, sementara Dirty Latte mempertahankan karakter espresso yang kuat berpadu dengan susu dingin tanpa tambahan es batu.

Popularitas keduanya tidak lepas dari meningkatnya minat masyarakat terhadap specialty coffee dan eksplorasi berbagai metode penyeduhan kopi. Bagi penikmat kopi, memahami perbedaan kedua minuman ini dapat membantu menentukan pilihan sesuai selera.

Apa Itu Kopi Mont Blanc?

Mont Blanc merupakan minuman kopi modern yang dikenal dengan tampilan berlapis antara kopi, krim, dan topping aromatik. Minuman ini disebut berasal dari Australia dan mulai populer di berbagai coffee shop karena menawarkan pengalaman menyerupai dessert dalam bentuk minuman.

Secara umum, Mont Blanc menggunakan cold brew sebagai dasar kopi. Cold brew merupakan metode penyeduhan menggunakan air dingin dalam waktu cukup lama, umumnya 12 hingga 24 jam. Teknik tersebut menghasilkan karakter kopi yang lebih lembut dengan tingkat keasaman rendah dibandingkan espresso.

Setelah cold brew siap, barista biasanya menambahkan es batu, kemudian melapisinya dengan sweet cream atau krim manis. Beberapa variasi juga menambahkan sirup, seperti hazelnut atau vanilla, serta parutan kulit jeruk dan taburan kayu manis untuk memperkaya aroma.

Hasil akhirnya adalah minuman dengan rasa creamy, manis, segar, dan memiliki aroma citrus maupun rempah yang cukup khas.

Dirty Latte, Perpaduan Espresso dan Susu yang Simpel

Berbeda dengan Mont Blanc, Dirty Latte dikenal sebagai minuman yang lebih sederhana dari sisi komposisi. Minuman ini berasal dari Jepang dan mengandalkan perpaduan espresso panas dengan susu dingin sehingga menghasilkan tampilan dua lapis yang kontras.

Dirty Latte umumnya hanya menggunakan dua bahan utama, yakni espresso dan susu segar yang telah didinginkan. Espresso kemudian dituangkan perlahan di atas susu sehingga lapisan kopi tetap terlihat jelas.

Tidak seperti es latte pada umumnya, Dirty Latte disajikan tanpa tambahan es batu. Beberapa kedai bahkan menggunakan gelas yang telah didinginkan agar suhu minuman tetap rendah tanpa mengencerkan cita rasa kopi.

Karakter rasa Dirty Latte cenderung lebih bold. Tegukan pertama menghadirkan intensitas espresso yang kuat, kemudian perlahan berpadu dengan susu sehingga menghasilkan sensasi creamy yang tetap mempertahankan dominasi rasa kopi.

Perbedaan Mont Blanc dan Dirty Latte

Meski sama-sama mengusung konsep minuman berlapis, terdapat sejumlah perbedaan mendasar antara Mont Blanc dan Dirty Latte.

Dari sisi bahan, Mont Blanc menggunakan cold brew sebagai dasar kopi, dipadukan dengan krim manis serta berbagai pelengkap seperti citrus, rempah, atau sirup. Sementara Dirty Latte hanya mengandalkan espresso dan susu dingin.

Perbedaan berikutnya terlihat pada teknik penyajian. Mont Blanc hampir selalu menggunakan es batu sehingga memberikan sensasi menyegarkan. Sebaliknya, Dirty Latte tidak menggunakan es karena suhu dingin berasal dari susu dan gelas yang telah didinginkan.

Karakter rasa juga menjadi pembeda utama. Mont Blanc menawarkan sensasi yang lebih ringan, manis, creamy, dan menyerupai minuman penutup atau dessert. Dirty Latte justru mempertahankan cita rasa kopi yang lebih kuat, bersih, dan seimbang dengan susu.

Dari pengalaman menikmati minuman, Dirty Latte umumnya dianjurkan tidak diaduk agar penikmat dapat merasakan perubahan rasa secara bertahap dari espresso menuju susu. Hal serupa juga berlaku pada Mont Blanc agar lapisan kopi dan krim tetap terjaga saat diminum.

Mengapa Keduanya Menjadi Tren?

Popularitas kedua minuman ini dipengaruhi meningkatnya minat konsumen terhadap kopi dengan penyajian yang unik sekaligus menarik secara visual.

Media sosial turut berperan dalam memperkenalkan tampilan berlapis kedua minuman tersebut. Banyak pengguna membagikan pengalaman menikmati Mont Blanc maupun Dirty Latte karena memiliki presentasi yang estetik sekaligus berbeda dari kopi susu biasa.

Selain itu, berkembangnya budaya specialty coffee di Indonesia membuat konsumen semakin terbuka mencoba metode penyeduhan maupun racikan baru. Coffee shop juga berlomba menghadirkan menu inovatif yang tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga pengalaman menikmati kopi.

Beberapa kedai bahkan mulai mengembangkan Mont Blanc dengan tambahan bahan lokal, seperti rempah-rempah Indonesia, untuk menghadirkan cita rasa yang lebih khas sesuai preferensi konsumen domestik.

Mana yang Cocok Dipilih?

Pilihan antara Mont Blanc dan Dirty Latte bergantung pada preferensi masing-masing penikmat kopi.

Bagi penyuka kopi yang ringan, creamy, serta memiliki sentuhan manis dan aroma citrus, Mont Blanc dapat menjadi pilihan menarik, terutama untuk dinikmati pada siang hari atau cuaca panas.

Sebaliknya, bagi pencinta espresso yang ingin tetap merasakan karakter kopi secara dominan tanpa tambahan rasa yang berlebihan, Dirty Latte menawarkan pengalaman yang lebih klasik dengan keseimbangan antara kopi dan susu.

Pada akhirnya, kopi Mont Blanc dan Dirty Latte sama-sama menawarkan karakter yang berbeda dan memperkaya pilihan minuman di industri kopi. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu konsumen menentukan minuman yang paling sesuai dengan selera, baik bagi pencinta kopi yang menyukai cita rasa ringan maupun mereka yang mengutamakan karakter espresso yang kuat.

Ditulis oleh Tita Melati

Komentar