Frame Daily, Jakarta - Harga emas yang terus naik membuat masyarakat mulai kembali melirik investasi safe haven. Di tengah fluktuasi saham dan crypto, emas dinilai lebih stabil untuk menjaga nilai aset.
Data Trading Economics dan Bloomberg menunjukkan harga emas global naik lebih dari 34 persen dalam setahun terakhir. Sementara laporan Kontan menyebut emas spot mencetak return 54,72 persen sepanjang 2025.
Kondisi ini membuat minat masyarakat terhadap tabungan dan investasi emas ikut meningkat.
Deposito Paling Aman, Tapi Return Kecil
Deposito masih menjadi pilihan investor konservatif karena risikonya rendah dan dijamin LPS.
Namun rata-rata bunga deposito saat ini hanya berada di kisaran 3–5 persen per tahun, sehingga dinilai kalah dibanding kenaikan harga emas.
Saham Masih Menarik untuk Jangka Panjang
Sementara itu, pasar saham tetap menawarkan potensi keuntungan besar meski pergerakannya cukup fluktuatif.
IHSG tercatat tumbuh sekitar 21 persen sepanjang 2025. Namun kondisi global dan sentimen ekonomi masih membuat pasar saham bergerak naik turun.
Crypto Potensi Untung Besar, Risiko Juga Tinggi
Aset crypto masih menjadi instrumen dengan risiko tertinggi.
Menurut data Bloomberg, Bitcoin turun sekitar 15 persen sepanjang 2025. Meski begitu, sejumlah investor tetap tertarik karena potensi keuntungannya dinilai besar dalam jangka panjang.
Penelitian Universitas Gadjah Mada menyebut Bitcoin memiliki return tertinggi dibanding emas dan IHSG, tetapi dengan risiko paling besar.
Emas Dinilai Paling Stabil
Pengamat keuangan menilai emas saat ini menjadi instrumen paling stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi, hingga tensi geopolitik.
CEO Finansialku, Melvin Mumpuni, menyebut emas kini lebih cocok sebagai penyeimbang risiko investasi.
“Emas ke depan diperkirakan lebih condong sebagai penyeimbang risiko portofolio,” ujarnya dikutip dari Finansialku.
Komentar