Frame Daily, Jakarta – Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih terbuka pada pekan ini meski volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi. Investor disarankan lebih selektif memilih saham yang memiliki momentum teknikal positif dan didukung volume transaksi yang kuat.
Dalam riset MNCS Daily Scope Wave edisi 14 Juli 2026, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam fase penguatan dan berpotensi menguji area 6.083–6.254. Level support berada di 5.839 dan 5.607, sedangkan resistance berada di 6.286 dan 6.599.
ANTM Berpeluang Melanjutkan Tren Positif
Salah satu saham yang menjadi sorotan adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
MNC Sekuritas menilai ANTM masih didominasi volume pembelian dan mampu bertahan di atas indikator Moving Average 20 (MA20). Secara teknikal, ANTM diperkirakan masih berada pada fase wave [c] dari wave B dalam pola triangle, sehingga peluang penguatan dinilai masih terbuka.
Rekomendasi MNC Sekuritas:
- Area beli (Trading Buy): 2.780–2.840
- Target harga I: 3.040
- Target harga II: 3.190
- Stop loss: di bawah 2.740

ADMR dan BRMS Masuk Daftar Pantauan
Selain ANTM, MNC Sekuritas juga memasukkan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk sebagai saham yang layak dicermati.
Untuk ADMR, analis melihat peningkatan volume pembelian yang mengindikasikan awal fase penguatan. Area buy on weakness berada di kisaran 1.425–1.470 dengan target 1.595 hingga 1.670. Sementara itu, BRMS dinilai mulai memasuki awal wave (C) dengan target 590 hingga 665, selama mampu bertahan di atas level stop loss.
ASII Dinilai Masih Menarik
Saham PT Astra International Tbk juga masuk dalam rekomendasi.
Pergerakan ASII masih berada di atas MA20 dengan dukungan volume pembelian. MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada area 4.490–4.680 dengan target harga 5.000 hingga 5.250.
Tetap Terapkan Manajemen Risiko
Meski peluang penguatan masih terbuka, investor tetap perlu menerapkan disiplin manajemen risiko mengingat pasar masih dipengaruhi sentimen global, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta pergerakan harga komoditas.
Analis juga mengingatkan bahwa level stop loss perlu diperhatikan agar potensi kerugian dapat dibatasi apabila pergerakan harga tidak sesuai dengan skenario teknikal.
Disclaimer : Artikel ini disusun berdasarkan data pasar dan riset MNC Sekuritas. Informasi yang disajikan bertujuan sebagai edukasi dan informasi, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual efek tertentu.
Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Pembaca disarankan melakukan analisis secara mandiri (do your own research/DYOR) atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berizin sebelum mengambil keputusan investasi.

Komentar