Kuba Kembali Alami Pemadaman Listrik, Krisis Energi Kian Memburuk

Kuba kembali mengalami pemadaman listrik total setelah sistem kelistrikan nasional runtuh. Pemerintah mengaktifkan protokol pemulihan di tengah krisis energi yang terus memburuk.

Kuba Kembali Alami Pemadaman Listrik, Krisis Energi Kian Memburuk
Pemadaman listrik nasional menyebabkan terhentinya pasokan listrik di sejumlah wilayah kuba. Pemerintah mengaktifkan protokol pemulihan setelah sistem kelistrikan nasional mengalami keruntuhan total di tengah krisis energi yang masih berlangsung. Photo by Anton Dmitriev / Unsplash

Frame Daily, Kota Meksiko - Kuba kembali mengalami pemadaman listrik total setelah sistem kelistrikan nasional di negara tersebut runtuh pada Senin (6/7/2026). Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Pertambangan langsung mengaktifkan protokol pemulihan untuk memulihkan pasokan listrik secara bertahap.

Insiden ini menjadi pemadaman listrik berskala nasional ketiga yang terjadi sepanjang 2026, memperlihatkan masih rapuhnya sistem ketenagalistrikan Kuba di tengah krisis energi yang berkepanjangan.

Pemerintah Aktifkan Protokol Pemulihan

Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba mengonfirmasi keruntuhan total jaringan listrik nasional melalui pernyataan resminya.

"Telah terjadi pemutusan total sistem kelistrikan. Protokol pemulihan telah diaktifkan," kata Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba, dikutip dari Sputnik/RIA Novosti melalui ANTARA, Selasa (7/7/2026).

Beberapa jam setelah gangguan terjadi, perusahaan listrik nasional Union Electrica de Cuba (UNE) mengumumkan salah satu unit pembangkit di Energás Boca de Jaruco telah kembali beroperasi untuk memulai proses pemulihan sistem.

Pembangkit yang berada di Santa Cruz del Norte, Provinsi Mayabeque, tersebut memiliki kapasitas pembangkitan sedikitnya 313 megawatt (MW) dan menjadi salah satu fasilitas penting dalam jaringan listrik nasional Kuba.

Krisis Energi Belum Berakhir

Pemadaman terbaru menambah panjang daftar gangguan kelistrikan yang melanda Kuba sepanjang tahun ini. Produksi dan distribusi energi di negara kepulauan Karibia tersebut masih menghadapi berbagai kendala sehingga pasokan listrik belum stabil.

Pemerintah Kuba sebelumnya menyatakan tekanan terhadap sektor energi semakin berat setelah Amerika Serikat memberlakukan embargo minyak pada awal 2026 serta mengancam tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.

Menurut pemerintah Kuba, kebijakan tersebut memperburuk ketersediaan bahan bakar dan berdampak langsung terhadap sektor transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

Pemulihan Masih Berlangsung

Hingga Senin siang waktu setempat, proses pemulihan jaringan listrik masih berlangsung secara bertahap dengan mengaktifkan kembali sejumlah pembangkit listrik.

Pemerintah Kuba bersama operator sistem kelistrikan terus berupaya memulihkan pasokan listrik di berbagai wilayah. Namun, belum ada kepastian kapan jaringan listrik nasional akan kembali beroperasi secara normal di seluruh wilayah negara tersebut.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar