Frame Daily, Lombok - Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat. Api yang muncul di kawasan Savana Propok, Resort Aikmel, Lombok Timur, masih menjadi fokus penanganan petugas gabungan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
Balai TNGR menyebut titik api pertama kali terdeteksi pada Selasa (2/6) sekitar pukul 11.00 WITA di kawasan Savana Propok 2. Dalam waktu singkat, kobaran api meluas hingga mencapai Savana Propok 1 yang didominasi vegetasi savana kering.
Api Cepat Meluas di Tengah Musim Kemarau
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardi, mengatakan kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api.
Menindaklanjuti laporan yang diterima, Kelompok Pengelola Savana Propok langsung mengerahkan 15 personel menuju lokasi pada pukul 13.00 WITA untuk melakukan pemadaman.
Petugas bekerja intensif hingga pukul 18.00 WITA. Meski begitu, api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan karena keterbatasan jumlah personel, logistik, serta peralatan pemadaman di lapangan.
Hingga sekitar pukul 19.00 WITA, sejumlah titik api masih terlihat aktif di beberapa area yang terdampak kebakaran.
Pemadaman Dilanjutkan Esok Hari
Memasuki malam hari, proses pemadaman terpaksa dihentikan sementara. Minimnya pencahayaan dan pertimbangan keselamatan petugas menjadi alasan utama penghentian operasi malam tersebut.
Balai TNGR memastikan upaya pemadaman akan dilanjutkan kembali pada Rabu (3/6) pagi dengan melibatkan koordinasi bersama berbagai pihak terkait.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus meminimalkan dampak terhadap ekosistem kawasan Gunung Rinjani.
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Balai TNGR juga mengimbau masyarakat, pelaku wisata, petani, peternak, serta para pendaki agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Warga diminta menghindari aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, seperti membakar lahan, membakar sisa vegetasi, membuang puntung rokok sembarangan, atau menyalakan api tanpa pengawasan.
Selain itu, masyarakat diharapkan segera melapor kepada petugas apabila menemukan titik api, asap, atau tanda-tanda kebakaran di dalam maupun sekitar kawasan hutan.
Upaya Pencegahan Jadi Kunci
Musim kemarau membuat kawasan savana dan hutan di Gunung Rinjani semakin rentan terbakar. Karena itu, peran aktif seluruh pihak menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga kelestarian salah satu kawasan konservasi penting di Indonesia tersebut.
Komentar