Karhutla Meluas di Aceh, 22 Hektare Lahan Terbakar dalam Dua Hari

Karhutla Meluas di Aceh, 22 Hektare Lahan Terbakar dalam Dua Hari
Sejumlah tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Minggu (31/5). (Humas BNPB)

Frame Daily, Aceh - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada akhir Mei 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 22 hektare lahan terbakar di tiga kabupaten dalam kurun waktu dua hari terakhir.

Karhutla terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Barat, dan Nagan Raya. Dari ketiga wilayah tersebut, Kabupaten Nagan Raya menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar.

Berdasarkan laporan BNPB, kebakaran lahan di Aceh Tengah terjadi pada Sabtu (30/5/2026) dan melanda sejumlah wilayah, yakni Gampong Kala Ketol di Kecamatan Ketol, Gampong Pendere Saril di Kecamatan Bebesen, serta Gampong Pukes di Kecamatan Kebayakan.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 3 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar. Tim gabungan berhasil memadamkan api pada Minggu (31/5/2026).

Sementara itu, karhutla juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat pada Minggu (31/5/2026). Kebakaran melanda Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung di Kecamatan Bubon.

Sebanyak 2 hektare lahan dilaporkan terbakar dan hingga kini proses pemadaman masih terus dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan.

Nagan Raya Jadi Wilayah Terparah

Karhutla dengan dampak terluas terjadi di Kabupaten Nagan Raya. Titik api terpantau di Gampong Kayee Uneo, Kecamatan Darul Makmur, serta Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 17 hektare lahan terbakar akibat peristiwa tersebut.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan membumbung tinggi ke angkasa terlihat dari dua gampong di Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (31/5).

BPBD bersama tim gabungan telah mengerahkan sejumlah personel serta dua unit mesin pompa air untuk memadamkan api. Namun hingga laporan terakhir, kebakaran masih belum berhasil dikendalikan sepenuhnya.

Kondisi cuaca panas disertai angin kencang dikhawatirkan dapat mempercepat penyebaran api ke area lain di sekitar lokasi kejadian.

BNPB Ingatkan Kewaspadaan

Memasuki awal musim kemarau di sejumlah wilayah, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi meluasnya kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

BNPB juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah terdampak.

Ditulis oleh SA

Komentar