Karhutla Gunung Semeru Meluas, Dua Helikopter Dikerahkan

Karhutla di kawasan Gunung Semeru, Lumajang, meluas ke tujuh titik dengan luas terdampak sekitar 160 hektare. Dua helikopter BPBD Jawa Timur dikerahkan untuk melakukan water bombing di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Karhutla Gunung Semeru Meluas, Dua Helikopter Dikerahkan
Ilustrasi karhutla Gunung Semeru. Kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS, Lumajang, meluas ke tujuh titik dengan area terdampak diperkirakan sekitar 160 hektare. Dua helikopter dikerahkan untuk membantu pemadaman melalui water bombing. (Ilustrasi: Frame Daily)

Frame Daily, Lumajang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih terus ditangani petugas gabungan hingga Sabtu (29/8/2026). Kebakaran dilaporkan meluas di tujuh titik kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan tujuh titik api berada di Ledok Bedor, Blok Jantur, Blok Ranukembang, Ayak-Ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, dan Puncak Trisula.

"Petugas BPBD bersama tim gabungan melakukan pemadaman sejumlah titik api yang dipimpin oleh TNBTS di kawasan hutan wilayah Desa Argosari dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro," kata Yudhi.

Dua Helikopter Lakukan Water Bombing

Upaya pemadaman diperkuat dengan pengerahan dua helikopter bantuan BPBD Jawa Timur untuk melakukan water bombing di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Helikopter diarahkan ke kawasan Blok Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Pemadaman dari udara dilakukan bersamaan dengan penanganan oleh petugas di darat.

Tim BPBD Kabupaten Lumajang juga mengerahkan dua unit trail menuju jalur pendakian Ranu Kumbolo untuk melakukan penyisiran titik api sekaligus memantau pergerakan helikopter PK-DAP yang digunakan dalam operasi water bombing.

Sebelumnya, operasi pemadaman dari udara sempat dihentikan pada Jumat (28/8) siang akibat angin kencang. Helikopter PK-DAP kemudian kembali ke Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh untuk standby.

Dua Lanskap Terbakar Masif

Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara mengatakan terdapat dua lanskap yang mengalami kebakaran secara masif, yakni kawasan Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik.

Menurut Agus, kondisi medan menjadi salah satu alasan perlunya dukungan pemadaman melalui udara.

"Yang satu berada di Ayak-Ayak, kedua ada di Bangunan Cilik. Upaya yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan bantuan water bombing dari BPBD Jatim," ujarnya.

Pemadaman udara menjadi metode pendukung penanganan di lapangan. Petugas tetap melakukan pemadaman secara manual, termasuk membuat sekat api serta menggunakan peralatan yang tersedia untuk mengendalikan titik-titik yang masih dapat dijangkau dari darat.

Kombinasi metode tersebut diperlukan karena karakter kawasan yang berbukit dan terdapat sejumlah titik api di lokasi yang sulit diakses.

Pangdam Cenderawasih Tinjau Jembatan Garuda Frame Daily
Pangdam Cenderawasih meninjau pembangunan Jembatan Garuda di Nimboran dan Nimbokrang, Jayapura, untuk memastikan manfaat bagi warga.Portal Berita modern yang menyajikan informasi terkini, akurat, dan berdampak.

Area Terdampak Diperkirakan 160 Hektare

Berdasarkan data sementara petugas TNBTS, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 160 hektare.

Vegetasi kering menjadi salah satu jenis tutupan yang terbakar. Kondisi tersebut membuat pengendalian api membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan untuk mencegah munculnya kembali titik api di kawasan yang telah ditangani.

Penanganan karhutla melibatkan petugas TNBTS, BPBD Lumajang, relawan, dan masyarakat. BPBD Jawa Timur memberikan dukungan tambahan melalui pengerahan helikopter untuk pemadaman dari udara.

Pemantauan Titik Api Jadi Fokus

Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan terhadap lokasi yang telah ditangani. Langkah ini diperlukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan meluas ke kawasan lainnya.

Medan yang berbukit serta lokasi titik api yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan koordinasi lintas tim. Hingga Sabtu (29/8), petugas gabungan masih melakukan penanganan dan penyisiran di sejumlah lokasi terdampak.

Sumber: kantor berita ANTARA, keterangan BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Jawa Timur, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Data dalam artikel diperbarui berdasarkan kondisi penanganan hingga Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar