Frame Daily, Tarakan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mempercepat pengembangan sejumlah proyek strategis nasional untuk mendukung rantai pasok Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus memperkuat posisi wilayah perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui kerja sama dengan Sabah, Malaysia.
Dilansir dari kantor berita ANTARA, Sidang ke-28 Kelompok Kerja Bersama/Jawatan Kuasa Kerja (KK/JKK) Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kalimantan Utara–Sabah yang berlangsung di Tarakan pada 28–31 Juli 2026 ditutup pada Jumat (31/7). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menegaskan komitmen pemerintah daerah mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis sebagai penopang rantai pasok Ibu Kota Nusantara (IKN)."
"Potensi besar ini menjadi modal penting untuk mendukung rantai pasok IKN, sekaligus memperkuat daya saing kawasan perbatasan agar tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang tangguh dan berkelanjutan," kata Zainal.
Sejumlah Proyek Strategis Terus Dikebut
Dalam paparannya, Zainal menjelaskan Kalimantan Utara tengah mengembangkan berbagai proyek strategis yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus menopang kebutuhan IKN.
Beberapa proyek tersebut meliputi:
- Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI);
- Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi;
- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade;
- Hilirisasi industri perikanan;
- Hilirisasi rumput laut; dan
- Pengembangan energi hijau.
Menurutnya, proyek-proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri hilir, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Kalimantan Utara.

IKN Membuka Peluang Baru
Keberadaan Ibu Kota Nusantara dinilai menjadi momentum penting bagi Kalimantan Utara untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Sabah.
Zainal mengatakan peluang kolaborasi tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga investasi, logistik, ketenagakerjaan, pariwisata, hingga ketahanan pangan.
Dengan letak geografis yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kalimantan Utara memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi lintas negara yang dapat mendukung kebutuhan logistik IKN.
Sosek Malindo Jadi Forum Evaluasi Kerja Sama
Sidang ke-28 Sosek Malindo merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang diselenggarakan di Sandakan, Sabah, pada 2025.
Forum ini dihadiri Ketua Jawatan Kuasa Kerja (JKK) Sosek Malindo Negeri Sabah Datuk Jamili Nais, Konsulat Republik Indonesia di Tawau, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Utara.
Dalam sidang tersebut, delegasi kedua negara mengevaluasi pelaksanaan berbagai program kerja sama yang telah berjalan, mengidentifikasi hambatan di kawasan perbatasan, serta menyusun rekomendasi baru untuk meningkatkan efektivitas kolaborasi.
"Saya berharap seluruh delegasi mengedepankan semangat musyawarah dan saling menghormati dalam setiap pembahasan agar memberi manfaat bagi Indonesia serta Malaysia," ujar Zainal.
Hubungan Kaltara–Sabah Dinilai Semakin Strategis
Gubernur menilai hubungan Kalimantan Utara dan Sabah memiliki nilai strategis karena didukung kedekatan geografis, hubungan sosial, serta kesamaan budaya yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Aktivitas perdagangan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pertukaran sosial budaya telah menjadikan kawasan perbatasan sebagai ruang interaksi masyarakat kedua negara yang terus berkembang.
Ia menambahkan, penguatan kerja sama di kawasan perbatasan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi regional.
Prospek Kawasan Perbatasan
Pengembangan proyek-proyek strategis di Kalimantan Utara diperkirakan akan memperbesar arus investasi, memperkuat jaringan logistik, serta mendukung kebutuhan industri di IKN pada tahun-tahun mendatang.
Dengan dukungan infrastruktur, energi, dan kerja sama lintas negara yang semakin erat, Kalimantan Utara diharapkan berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia sekaligus menjadi gerbang perdagangan menuju Malaysia dan kawasan ASEAN.

Komentar