Frame Daily, Jakarta - Panggung megah New York New Jersey Stadium menjadi saksi bisu salah satu kejutan terbesar sepanjang perhelatan fase grup turnamen sepak bola terakbar tahun ini. Banyak pihak memprediksi laga pamungkas Grup E akan berjalan mudah bagi raksasa Eropa, namun kenyataan di lapangan berkata lain. Di luar dugaan, hasil skor pertandingan Germany vs Ekuador piala dunia berakhir dengan kemenangan tipis namun krusial bagi kubu Amerika Selatan lewat kedudukan 2-1. Hasil ini tidak hanya mematahkan rekor impresif tak terkalahkan milik tim panser, melainkan juga meloloskan Ekuador secara dramatis ke babak gugur.
Pertandingan langsung berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Tim nasional Jerman yang diasuh oleh Julian Nagelsmann sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Laga baru berjalan 109 detik, Leroy Sane sudah berhasil menggetarkan jala gawang Ekuador setelah memanfaatkan umpan matang dari bintang muda Florian Wirtz. Gol kilat ini tercatat sebagai salah satu gol tercepat Jerman dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia sejak tahun 1934 silam.

Mentalitas baja ditunjukkan oleh para penggawa Ekuador yang berjuluk La Tri. Anak asuh Sebastian Beccacece yang sempat mandul dalam dua laga pembuka grup langsung merespons dengan serangan balik yang sangat rapi. Pada menit ke-9, gelandang Nilson Angulo sukses mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1 setelah melepaskan tembakan mendatar yang melewati kaki gelandang Jerman, Aleksandar Pavlovic, tanpa bisa dihalau oleh kiper veteran Manuel Neuer. Gol tersebut menjadi gol perdana Ekuador di turnamen kali ini, sekaligus membakar semangat ribuan suporter mereka yang memadati tribun stadion.
Memasuki babak kedua, duel taktik kian sengit tersaji di atas lapangan hijau. Jerman sempat mendapatkan hadiah penalti usai Kai Havertz dilanggar di kotak terlarang. Akan tetapi, setelah dilakukan peninjauan ulang lewat teknologi Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir keputusan tersebut karena ditemukan adanya pelanggaran terlebih dahulu yang dilakukan oleh lini serang Jerman di awal proses terjadinya peluang. Keputusan krusial dari VAR ini seakan memberikan momentum tambahan bagi Ekuador untuk terus menekan pertahanan lawan yang mulai tampak ceroboh dan kurang fokus.

Petaka bagi Jerman akhirnya benar-benar datang pada menit ke-77 lewat skema bola mati. Berawal dari situasi sepak pojok, Kevin Rodriguez berhasil melakukan flick-on manis di tiang dekat. Bola liar tersebut langsung disambar dengan cepat oleh ujung tombak Gonzalo Plata sebelum sempat diamankan oleh Manuel Neuer yang telanjur keluar dari sarangnya. Gol Plata tersebut mengubah papan skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Ekuador, memicu gemuruh luar biasa dari suporter berbaju kuning di stadion. Di sisa waktu yang ada, Jerman berupaya menyamakan kedudukan dengan memasukkan striker super-sub Deniz Undav, namun disiplinnya lini belakang Ekuador membuat keunggulan tersebut bertahan hingga laga usai.
Meski menelan kekalahan perdana mereka, posisi Jerman di puncak klasemen Grup E tetap aman berkat keunggulan selisih gol atas Pantai Gading yang sama-sama mengemas enam poin.
Kemenangan heroik ini mengantarkan Ekuador melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dengan torehan empat poin. Keberhasilan ini menyamai pencapaian bersejarah mereka pada edisi Piala Dunia 2006 silam saat berhasil melangkah keluar dari fase grup. Kini, kedua tim harus segera mengalihkan fokus ke babak gugur demi menjaga mimpi mengangkat trofi emas paling bergengsi di dunia.

Komentar