Harga Obat Terancam Naik Akibat Rupiah Melemah

Harga Obat Terancam Naik Akibat Rupiah Melemah
Foto AI : framedaily id

Frame Daily, Jakarta - Harga obat di Indonesia berpotensi mengalami kenaikan seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan tingginya ketergantungan industri farmasi nasional terhadap bahan baku impor. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengakui kondisi tersebut dapat memengaruhi biaya produksi obat dalam negeri.

Dilansir DetikHealth, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan industri farmasi kemungkinan harus melakukan penyesuaian harga agar dapat mempertahankan operasional di tengah meningkatnya biaya bahan baku yang sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri.

Taruna menyebut pemerintah berharap kenaikan harga, apabila terjadi, tidak berlangsung secara ekstrem sehingga akses masyarakat terhadap obat tetap terjaga. Menurutnya, tekanan terhadap kurs rupiah dan kondisi geopolitik global turut memengaruhi rantai pasok bahan baku farmasi.

Isu ini menjadi perhatian karena kebutuhan obat merupakan bagian penting dari layanan kesehatan masyarakat. Kenaikan biaya produksi berpotensi berdampak pada pasien yang membutuhkan pengobatan rutin, terutama penderita penyakit kronis yang harus mengonsumsi obat dalam jangka panjang.

Ketergantungan Impor Jadi Faktor Utama

Tantangan utama industri farmasi nasional masih berada pada tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor. Berdasarkan keterangan BPOM, sebagian besar bahan baku obat yang digunakan produsen dalam negeri masih berasal dari luar negeri sehingga rentan terhadap fluktuasi nilai tukar.

Deputi Bidang Pengawasan Obat BPOM William Adi Teja sebelumnya mengungkapkan ketergantungan impor bahan baku farmasi masih berada pada kisaran 70 hingga 80 persen. Kondisi tersebut membuat biaya produksi mudah terdampak ketika nilai tukar rupiah melemah atau terjadi gangguan pasokan global.

Sejumlah anggota DPR juga menyoroti kondisi tersebut. Mereka menilai potensi kenaikan harga obat harus menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan industri bahan baku farmasi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Pemerintah sendiri telah mendorong penguatan industri farmasi nasional dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut mencakup peningkatan investasi, pengembangan riset, serta perluasan kapasitas produksi bahan baku obat di dalam negeri.

Foto AI : frameDaily.id

BPOM Siapkan Langkah Mitigasi

Untuk mengantisipasi dampak pelemahan rupiah, BPOM menyiapkan sejumlah kebijakan yang ditujukan untuk menjaga stabilitas harga obat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberikan fleksibilitas kepada industri farmasi dalam pengadaan bahan baku.

BPOM mengingatkan potensi kenaikan harga obat akibat pelemahan rupiah dan ketergantungan impor bahan baku. Pemerintah siapkan langkah mitigasi.

BPOM memungkinkan perusahaan farmasi mencari pemasok dari negara alternatif yang menawarkan harga lebih kompetitif. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan.

Lembaga tersebut juga memberikan kemudahan dalam penyesuaian kemasan produk agar industri memiliki ruang untuk melakukan efisiensi tanpa mengurangi kualitas dan keamanan obat yang beredar di masyarakat.

Taruna menyatakan berbagai kebijakan yang telah disiapkan diharapkan mampu menurunkan atau setidaknya menstabilkan harga obat di dalam negeri. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri farmasi dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Pasokan Obat Masih Aman

Di tengah kekhawatiran mengenai potensi kenaikan harga, BPOM memastikan ketersediaan obat nasional masih berada dalam kondisi aman. Pada April 2026, Taruna Ikrar menyebut stok obat di Indonesia cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa bulan ke depan.

Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kurs rupiah, kondisi rantai pasok global, serta kebutuhan industri farmasi nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap obat yang aman, bermutu, dan terjangkau.

Hingga awal Juni 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai kenaikan harga obat secara nasional. BPOM menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas pasokan dan menekan dampak pelemahan rupiah terhadap industri farmasi melalui berbagai kebijakan mitigasi yang telah disiapkan.

Ditulis oleh TA

Komentar