Harga GPU Global Diprediksi Naik Lagi, AMD Sebut Industri Gaming Terkena Dampak Besar

Harga GPU Global Diprediksi Naik Lagi, AMD Sebut Industri Gaming Terkena Dampak Besar
Ilustrasi AI / Framedaily.id

FrameDaily, JAKARTA - Harga kartu grafis atau GPU global diperkirakan kembali mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Lonjakan biaya produksi chip dan tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI) disebut menjadi faktor utama yang mulai menekan harga pasar hardware gaming dunia.

Peringatan ini muncul setelah Chief Financial Officer (CFO), mengungkap adanya tekanan biaya besar di rantai pasok industri semikonduktor global.

Laporan tersebut ramai dibahas media teknologi internasional setelah sejumlah analis dan pelaku industri memprediksi harga GPU gaming bakal semakin mahal sepanjang 2026.

Biaya Produksi Chip Terus Naik

Dalam laporan keuangan terbarunya, Jean Hu mengatakan biaya produksi GPU kelas premium dan chip AI mengalami peningkatan signifikan.

“Kami melihat tekanan biaya di berbagai area supply chain,” kata Jean Hu, dikutip dari laporan keuangan AMD.

Kenaikan biaya dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

  • mahalnya produksi wafer semikonduktor,
  • kenaikan harga memori berkecepatan tinggi,
  • tingginya kebutuhan energi pusat data AI,
  • serta permintaan chip global yang terus melonjak.

Media teknologi luar negeri seperti Tom’s Hardware dan TechPowerUp menyebut produsen GPU kini menghadapi tekanan besar untuk menjaga stok sekaligus mempertahankan margin keuntungan.

Industri AI Jadi Penyebab Utama

Permintaan GPU untuk kebutuhan AI disebut menjadi penyebab terbesar melonjaknya harga chip dunia.

Perusahaan teknologi global saat ini berlomba membeli GPU untuk:

  • AI generatif,
  • cloud computing,
  • superkomputer,
  • hingga data center skala besar.

Akibatnya, kapasitas produksi perusahaan manufaktur chip seperti dan semakin padat.

GPU gaming akhirnya ikut terdampak karena menggunakan jalur produksi dan komponen yang hampir sama dengan chip AI premium.

Gamer PC Diprediksi Paling Terdampak

Kenaikan harga GPU diperkirakan paling terasa di sektor gaming PC. Sejak ledakan AI global pada 2025, harga kartu grafis kelas menengah hingga flagship terus mengalami kenaikan di berbagai negara.

GPU yang sebelumnya menjadi pilihan gamer mainstream kini mulai sulit dijangkau karena harga rakit PC gaming ikut melonjak.

Analis hardware internasional memperkirakan dampak berikut bisa terjadi:

  • harga VGA gaming semakin mahal,
  • biaya upgrade PC meningkat,
  • stok GPU tertentu menjadi terbatas,
  • pasar GPU second kembali ramai,
  • gamer menunda upgrade perangkat.

NVIDIA dan AMD Masih Kuasai Pasar

Hingga pertengahan 2026, pasar GPU global masih didominasi AMD dan NVIDIA yang saat ini masih memimpin pasar AI dan gaming premium lewat seri GeForce RTX serta chip AI Blackwell.

Sementara AMD terus memperkuat lini Radeon untuk gaming dan workstation agar tetap bersaing di tengah tingginya permintaan chip global.

Di sisi lain INTEL mulai memperluas pasar GPU discrete melalui seri Arc untuk menekan dominasi dua rival utamanya tersebut.

Harga Hardware Gaming Diprediksi Tetap Tinggi Sepanjang 2026

Sejumlah analis luar negeri memprediksi harga hardware gaming belum akan turun dalam waktu dekat.

Kebutuhan AI yang terus meningkat membuat produsen chip lebih memprioritaskan pasokan untuk pusat data dan industri enterprise dibanding pasar gaming biasa.

Kondisi ini membuat gamer di berbagai negara mulai mencari alternatif seperti:

  • membeli GPU generasi lama,
  • berburu VGA bekas,
  • atau menunda upgrade hingga harga kembali stabil.

Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi soal kenaikan harga dari masing-masing produsen GPU. Meski begitu, tren industri semikonduktor global menunjukkan harga kartu grafis berpotensi tetap tinggi sepanjang 2026.

Ditulis oleh T A

Komentar