Frame Daily, jakarta - Pertandingan matchday kedua Grup C Piala Dunia 2026 menyajikan drama tingkat tinggi yang mempertemukan wakil Eropa dan Afrika. Pertarungan sengit antara Scotland vs Morocco yang digelar di Boston Stadium (Gillette Stadium), Foxborough, Massachusetts, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan dramatis Timnas Maroko. Gol kilat di awal babak pertama menjadi pembeda sekaligus penentu raihan tiga poin krusial bagi armada Singa Atlas.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, intensitas tinggi langsung diperagakan oleh kedua tim. Publik dikejutkan dengan skema serangan balik kilat yang dibangun oleh anak-anak asuh Walid Regragui. Pertandingan baru berjalan 71 detik ketika gelandang kreatif Brahim Diaz melihat celah di lini belakang Skotlandia. Pemain Real Madrid tersebut melepaskan umpan terobosan akurat membelah pertahanan lawan yang langsung disambut oleh pergerakan impresif Ismael Saibari.
Saibari yang lolos dari jebakan offside mengontrol bola dengan sempurna di dalam kotak penalti. Tanpa ragu, bintang PSV Eindhoven itu melepaskan tembakan melengkung yang bersarang telak di pojok kanan atas gawang Angus Gunn. Papan skor langsung berubah 1-0 untuk keunggulan Maroko, memecahkan rekor sebagai gol tercepat sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Keunggulan cepat ini membuat jalannya laga Scotland vs Morocco kian menarik. Timnas Skotlandia, yang dalam laga perdana sukses menekuk Haiti, mencoba bangkit dan keluar dari tekanan. Pasukan Steve Clarke mengandalkan mobilitas kapten Andrew Robertson dan gelandang andalan Scott McTominay untuk membongkar pertahanan rapat Maroko. Skuad Tartan mencoba menumpuk pemain di lini tengah demi mengalirkan bola dengan cepat ke penyerang Ché Adams.
Meski demikian, lini tengah Maroko yang dikomandoi Azzedine Ounahi tampil luar biasa kokoh. Mereka mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 60% dan mencatatkan akurasi operan yang sangat tinggi. Maroko bahkan nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-18 melalui aksi overlap bek sayap Achraf Hakimi, namun sontekannya masih mampu dimentahkan secara gemilang oleh kiper Angus Gunn. Scotland yang dipaksa bertahan lebih banyak mengandalkan serangan balik, namun hingga turun minum skor 1-0 tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Maroko tidak menurunkan intensitas serangan mereka. Baru lima menit berjalan, Ismael Saibari kembali mengancam gawang Skotlandia lewat sontekan yang sempat berbelok arah setelah membentur pemain bertahan lawan. Beruntung bagi Scotland, bola tersebut hanya membentur mistar gawang. Tak lama berselang, sundulan tajam Bilal El Khannous memanfaatkan umpan sepak pojok Hakimi kembali memaksa Angus Gunn melakukan penyelamatan refleks yang luar biasa.
Seiring berjalannya waktu, Skotlandia mulai mengambil alih kendali permainan di sisa 20 menit akhir pertandingan. Steve Clarke memasukkan darah segar seperti Ben Gannon-Doak dan Lyndon Dykes untuk menambah daya gedor. Harapan untuk menyamakan kedudukan sempat melambung pada menit ke-80 ketika Scott McTominay terjatuh di kotak terlarang setelah dikepung oleh tiga bek Maroko. Namun, wasit tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran dan meminta laga terus dilanjutkan, memicu protes keras dari bangku cadangan Skotlandia.
Memasuki menit-menit akhir, Skotlandia menggempur habis-habisan pertahanan lawan. McTominay mendapatkan peluang emas di menit ke-85, namun tembakan kerasnya masih menyamping tipis di sisi gawang Yassine Bounou. Tiga menit berselang, mantan pemain Manchester United itu kembali melepaskan sontekan di dalam kotak penalti, tetapi bola mengarah tepat ke pelukan kiper Maroko yang tampil sangat tenang di bawah mistar.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor akhir pertandingan Scotland vs Morocco ditutup dengan kemenangan tipis 1-0 untuk keunggulan tim Singa Atlas.
Hasil ini membuat Maroko melesat ke puncak klasemen sementara Grup C dengan raihan 4 poin. Pertarungan di grup ini dipastikan akan berjalan sengit hingga laga terakhir, di mana Maroko dijadwalkan bersua Haiti, sementara Skotlandia harus melakoni laga hidup-mati melawan tim kuat Brasil pada 24 Juni mendatang demi mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Komentar