Gempa Susulan M 5,8 Guncang NTT, Peserta Upacara di Ende Panik

Gempa susulan magnitudo 5,8 mengguncang NTT pada Senin pagi. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Ende, dan membuat sejumlah peserta upacara HUT ke-81 RI di Stadion Marilonga panik.

Gempa Susulan M 5,8 Guncang NTT, Peserta Upacara di Ende Panik
Peserta dan tamu undangan upacara kemerdekaan panik dan berhamburan saat getaran kuat dirasakan di tengah berlangsungnya acara (Foto Frame Daily Id)

Frame Daily, Ende — Gempa bumi susulan berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (17/8/2026) pagi. Guncangan terjadi saat masyarakat mengikuti rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 07.46.43 WIB.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 39-40 kilometer barat laut Ende atau timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat tetap diimbau waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Guncangan Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Berdasarkan data BMKG, gempa berlokasi pada koordinat 8,38 lintang selatan dan 121,52 bujur timur.

Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah NTT, antara lain Sumba Timur, Ende, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Intensitas guncangan di sejumlah wilayah mencapai III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI).

Gempa M 5,8 merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar yang mengguncang Flores dan sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026). BMKG sebelumnya mencatat gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu pagi.

Peringatan dini tsunami kemudian diakhiri setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas dengan tetap waspada.

Peserta Upacara di Ende Panik Guncangan gempa M 5,8 dirasakan ketika upacara peringatan HUT ke-81 RI berlangsung di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende.

Sejumlah peserta dan undangan dilaporkan panik dan berhamburan keluar dari area upacara setelah merasakan guncangan.

Kepanikan tersebut terjadi ketika masyarakat di Pulau Flores masih menghadapi rangkaian gempa susulan setelah gempa besar pada Sabtu.

Pantauan Frame Daily, masyarakat di sejumlah wilayah Flores masih mengalami trauma setelah gempa M 7,7. Gempa susulan yang terus terjadi membuat sebagian warga masih merasa khawatir.

Timex Kupang juga melaporkan sejumlah undangan berhamburan keluar ketika guncangan kembali dirasakan saat upacara berlangsung.

BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Dalam informasi gempa M 5,8 tersebut, BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. Aktivitas gempa susulan masih tercatat setelah gempa utama pada Sabtu. Hingga Senin siang,

sejumlah gempa dengan magnitudo 5,0 atau lebih kembali terjadi di sekitar wilayah Nagekeo dan Ende. Di antaranya gempa magnitudo 5,4 pada pukul 10.36 WIB dan magnitudo 5,1 pada pukul 10.48 WIB.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan sebelumnya.

Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa maupun potensi tsunami yang belum terverifikasi.

Hingga informasi terakhir, BMKG menyatakan gempa susulan magnitudo 5,8 yang mengguncang NTT pada Senin pagi tidak berpotensi tsunami.

Ditulis oleh Rury Satria

Komentar