Frame Daily, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7) sore waktu setempat. Guncangan kuat tersebut memicu peringatan tsunami yang kemudian dicabut setelah otoritas memastikan tidak ada ancaman tsunami yang membahayakan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer dengan intensitas maksimum Shindo 7, atau tingkat tertinggi dalam skala intensitas gempa Jepang. Peringatan tsunami sempat diberlakukan untuk wilayah pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro dengan potensi gelombang sekitar satu meter.
Di lansir Associated Press (AP), peringatan tsunami dicabut sekitar dua jam setelah gempa terjadi karena hasil pemantauan tidak menunjukkan adanya tsunami yang membahayakan. Gempa diketahui berpusat di daratan sehingga risiko tsunami besar dinilai rendah.
Sementara itu, U.S. Geological Survey (USGS) kemudian memperbarui estimasi magnitudo gempa menjadi 6,8. Perbedaan data magnitudo antara JMA dan USGS merupakan hal yang umum karena masing-masing lembaga menggunakan metode pengukuran yang berbeda.

Baca juga : KSSK Plus Libatkan Danantara sebagai Observer
Pemerintah Bentuk Satuan Tugas Darurat
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi membentuk satuan tugas darurat untuk mengoordinasikan penanganan bencana dan menghimpun laporan dari wilayah terdampak.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan, potensi tanah longsor, serta kebakaran yang dapat terjadi setelah guncangan utama.
Infrastruktur Terdampak
Dilansir AP, sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa. Sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kashima dilaporkan mengalami keruntuhan sebagian sehingga tim penyelamat diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap kemungkinan korban yang terjebak.
Gempa juga mengganggu aktivitas transportasi. Operasional kereta cepat Shinkansen di wilayah Kyushu dihentikan sementara untuk pemeriksaan jalur, sementara Bandara Kumamoto menangguhkan operasional guna memastikan keamanan fasilitas.
Otoritas Jepang juga menyatakan tidak terdapat laporan gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak.

Pendataan Masih Berlangsung
Hingga berita ini ditulis, otoritas Jepang masih melakukan pendataan terhadap korban maupun kerusakan akibat gempa. Informasi mengenai dampak bencana diperkirakan masih akan berkembang seiring proses verifikasi di lapangan.
Pemerintah Jepang mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari JMA dan otoritas setempat serta mematuhi arahan petugas apabila terjadi gempa susulan atau kondisi darurat lainnya.

Komentar