Frame Daily, Jakarta – Meningkatnya suhu udara di berbagai wilayah dunia mendorong otoritas kesehatan mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko heat stroke dan dehidrasi. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu sehingga memicu kondisi yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Menurut World Health Organization (WHO) dalam Heat and Health Fact Sheet, perubahan iklim menyebabkan kejadian panas ekstrem menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens. WHO menyebut panas ekstrem berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, gangguan ginjal, penyakit pernapasan, hingga kematian, terutama pada kelompok rentan.
Cuaca Panas Perlu Diwaspadai
Meski Indonesia memiliki iklim tropis dan berbeda dengan negara subtropis yang kerap mengalami gelombang panas (heatwave), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai dampak cuaca panas terhadap kesehatan.
BMKG juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut Indonesia mengalami "heatwave selama 40 hari" merupakan hoaks. Namun, suhu udara yang tinggi tetap dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke apabila tubuh tidak mampu membuang panas secara optimal.
Apa Itu Heat Stroke?
Heat stroke merupakan kondisi darurat medis ketika suhu inti tubuh meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius akibat paparan panas berlebihan atau aktivitas fisik berat. Pada kondisi tersebut, mekanisme pendinginan alami tubuh gagal bekerja sehingga organ vital dapat mengalami kerusakan.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, heat stroke memerlukan penanganan medis segera karena dapat menyebabkan gangguan otak, jantung, ginjal, bahkan kematian apabila terlambat ditangani.
Kenali Gejala Sejak Dini
Beberapa gejala heat stroke yang perlu diwaspadai meliputi:
- Suhu tubuh sangat tinggi.
- Kulit terasa panas dan memerah.
- Sakit kepala hebat.
- Pusing atau kebingungan.
- Mual dan muntah.
- Denyut jantung meningkat.
- Napas cepat.
- Kejang atau kehilangan kesadaran.
Sementara itu, dehidrasi biasanya ditandai dengan rasa haus berlebihan, bibir kering, urine berwarna pekat, tubuh lemas, dan pusing.
Kelompok yang Paling Berisiko
WHO menyebut beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas, yaitu:
- Lansia.
- Bayi dan anak-anak.
- Ibu hamil.
- Pekerja luar ruangan.
- Atlet.
- Penderita penyakit jantung.
- Penderita diabetes.
- Penderita penyakit ginjal.
Kelompok tersebut disarankan membatasi aktivitas di bawah terik matahari serta memperbanyak konsumsi cairan.

Cara Mencegah Heat Stroke dan Dehidrasi
Untuk mengurangi risiko dampak cuaca panas, WHO dan Kementerian Kesehatan merekomendasikan sejumlah langkah sederhana, antara lain:
- Minum air putih secara rutin meski belum merasa haus.
- Hindari aktivitas berat pada saat suhu sedang tinggi.
- Gunakan pakaian longgar dan berwarna terang.
- Kenakan topi atau payung saat berada di luar ruangan.
- Beristirahat di tempat yang sejuk atau berpendingin udara.
- Konsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti buah dan sayuran.
- Hindari konsumsi alkohol secara berlebihan karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.
Pertolongan Pertama Saat Heat Stroke
Apabila seseorang diduga mengalami heat stroke, segera pindahkan ke tempat yang teduh, longgarkan pakaian, dinginkan tubuh menggunakan kompres atau handuk basah, kemudian segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat atau hubungi layanan gawat darurat. Penanganan cepat dapat mengurangi risiko komplikasi serius.
Kesimpulan
Cuaca panas yang semakin sering terjadi perlu direspons dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke dan dehidrasi. Mengenali gejala sejak dini, menjaga kecukupan cairan, serta mengurangi paparan panas berlebihan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu melindungi kesehatan, terutama bagi kelompok yang paling rentan.
Referensi
- World Health Organization (WHO). Heat and Health Fact Sheet.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Penjelasan mengenai cuaca panas dan klarifikasi informasi heatwave di Indonesia.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Edukasi pencegahan dan penanganan heat stroke.

Komentar