Drone Ukraina Bermuatan Lima Kilogram Peledak Jatuh di Turki, Warga Panik

Drone Ukraina bermuatan lima kilogram bahan peledak jatuh di Provinsi Trabzon, Turki. Insiden memicu kepanikan warga, sementara otoritas masih menyelidiki asal-usul pesawat nirawak tersebut.

Drone Ukraina Bermuatan Lima Kilogram Peledak Jatuh di Turki, Warga Panik
Foto ilustrasi AI : Framedaily.id / TA

Frame Daily, ISTANBUL – Sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga berasal dari Ukraina dan membawa sekitar lima kilogram bahan peledak dilaporkan jatuh di Provinsi Trabzon, wilayah timur laut Turki, Rabu (2/7). Insiden tersebut memicu kepanikan di kalangan warga setempat, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut kantor berita Turki IHA, drone itu hancur setelah menghantam sebuah pohon sebelum mencapai area permukiman. Tim penjinak bahan peledak dan aparat keamanan segera mengamankan lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Drone Membawa Lima Kilogram Bahan Peledak

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pesawat nirawak tersebut membawa sekitar lima kilogram bahan peledak. Aparat kemudian melakukan sterilisasi lokasi guna memastikan tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat.

Hingga kini, pihak berwenang Turki masih menyelidiki asal-usul drone tersebut serta bagaimana pesawat nirawak itu dapat memasuki wilayah udara Turki.

Warga Sempat Dilanda Kepanikan

Jatuhnya drone di wilayah Trabzon sempat membuat warga sekitar panik. Aparat keamanan langsung memasang garis polisi dan membatasi akses menuju lokasi untuk mendukung proses investigasi.

Belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan besar akibat insiden tersebut.

Bukan Kali Pertama

Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi. Sepanjang Juni 2026, sejumlah drone maupun puing-puing yang diduga berasal dari Ukraina juga ditemukan di beberapa provinsi Turki di sepanjang pesisir Laut Hitam.

Temuan-temuan tersebut meningkatkan kewaspadaan otoritas Turki di tengah eskalasi konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung.

Pemerintah Turki hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kemungkinan keterkaitan insiden tersebut dengan operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan Laut Hitam.

Ditulis oleh Shidarta

Komentar