Frame Daily, Jakarta - OpenAI memperbarui kebijakan dan mekanisme iklan di ChatGPT. Salah satu perubahan yang perlu diperhatikan pengguna adalah sistem iklan dapat mempertimbangkan konteks percakapan serta, ketika personalisasi iklan diaktifkan, sinyal tertentu dari pengalaman pengguna yang lebih luas di ChatGPT untuk menentukan iklan yang dianggap relevan.
Perubahan ini membuat iklan di ChatGPT berbeda dari model iklan berbasis kata kunci sederhana. OpenAI menjelaskan bahwa sistemnya mempertimbangkan konteks dan maksud percakapan saat ini, sementara personalisasi dapat menggunakan sinyal tertentu dari pengalaman pengguna yang lebih luas.
Konteks Obrolan Bisa Mempengaruhi Iklan yang Muncul
Menurut OpenAI, sistem iklan ChatGPT mempertimbangkan sejumlah sinyal untuk memilih iklan. Di antaranya konteks dan maksud percakapan saat ini, informasi yang disediakan pengiklan, serta karakteristik iklan dan halaman tujuan.
Ketika personalisasi iklan diaktifkan, sistem juga dapat menggunakan sinyal tertentu dari pengalaman pengguna yang lebih luas di ChatGPT. OpenAI menyebut, jika fitur memori aktif, memori dan obrolan terbaru dapat dirujuk ketika memilih iklan yang lebih relevan. (OpenAI Help Center)
Dengan kata lain, konteks percakapan tidak hanya menjadi dasar untuk menghasilkan jawaban AI. Dalam pengalaman iklan yang dipersonalisasi, konteks dan sinyal tertentu dari penggunaan ChatGPT juga dapat berperan dalam pemilihan iklan.
Namun, mekanisme tersebut perlu dibedakan dari pemberian data percakapan kepada pengiklan.
Pengiklan Tidak Mendapat Akses ke Chat Pengguna
OpenAI menyatakan bahwa percakapan pengguna tidak dibagikan kepada pengiklan dan data pengguna tidak dijual kepada pengiklan. Pengiklan juga tidak mendapatkan akses ke obrolan, riwayat obrolan, memori, atau detail pribadi pengguna.
Sebagai gantinya, pengiklan menerima informasi agregat mengenai performa iklan, seperti jumlah tayangan atau klik. Jika pengguna secara langsung mengirim pesan kepada pengiklan melalui fitur pada iklan, pengiklan dapat melihat pesan yang memang dikirimkan pengguna kepada mereka.
Pemisahan ini menjadi bagian penting dari model iklan OpenAI. Perusahaan juga menegaskan bahwa iklan ditempatkan secara terpisah dan tidak memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT.
Pengguna Bisa Mematikan Personalisasi Iklan
OpenAI menyediakan kontrol untuk mengatur pengalaman iklan. Pengguna dapat membuka Pengaturan > Kontrol Iklan untuk mengelola personalisasi, menutup iklan, melihat alasan sebuah iklan ditampilkan, serta menghapus data yang digunakan untuk iklan.
Jika personalisasi dimatikan, pengguna masih dapat melihat iklan berdasarkan konteks utas percakapan yang sedang berlangsung. Namun, menurut OpenAI, sistem tidak akan menggunakan utas percakapan tersebut, riwayat iklan, atau topik lain dari pengalaman pengguna untuk menentukan iklan yang ditampilkan sebagai bagian dari personalisasi.
Karena itu, persoalan utamanya bukan sekadar apakah ChatGPT menampilkan iklan, tetapi seberapa jauh konteks penggunaan AI ikut menentukan iklan yang muncul di hadapan pengguna.
ChatGPT Sedang Membangun Model Iklan Berbasis Percakapan
Perubahan ini juga menunjukkan arah bisnis baru OpenAI. Sistem iklan ChatGPT dirancang untuk memahami konteks dan maksud percakapan, bukan sekadar mencocokkan iklan dengan kata kunci pencarian.
OpenAI bahkan menjelaskan bahwa pengiklan dapat memberikan petunjuk konteks mengenai percakapan, topik, atau kata kunci yang relevan dengan produk mereka. Sistem kemudian menggunakan berbagai sinyal untuk menentukan iklan yang paling relevan.
Bagi pengguna, konsekuensinya sederhana tetapi penting: percakapan dengan AI kini berada dalam lingkungan produk yang juga memiliki mekanisme periklanan. OpenAI menyediakan pilihan untuk mengontrol personalisasi, sementara perusahaan mempertahankan pemisahan antara sistem iklan dan akses pengiklan terhadap percakapan pengguna.
Follow akun Instagram @framedaily.id_official untuk mendapatkan berita terbaru, fakta terverifikasi, dan konteks di balik setiap peristiwa.
Komentar