Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kilogram Sabu dan 1.089 Butir Ekstasi di Bandara Juanda

Bea Cukai Juanda, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, dan Satgaspam Lanudal Juanda menggagalkan penyelundupan hampir 1 kilogram sabu serta 1.089 butir ekstasi yang dibawa penumpang asal Kuala Lumpur. Pelaku menyembunyikan narkotika menggunakan metode body strapping di Bandara Internasional Juanda.

Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Hampir 1 Kilogram Sabu dan 1.089 Butir Ekstasi di Bandara Juanda
Foto : Frame Daily / Bea Cukai Juanda

Frama Daily, Sidoarjo – Bea Cukai Juanda bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I dan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) Lanudal Juanda menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I melalui Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

Pengungkapan kasus ini dilakukan terhadap seorang penumpang pesawat rute Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Surabaya yang tiba di Terminal 2 Kedatangan Bandara Internasional Juanda pada Rabu, 29 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan terhadap lalu lintas penumpang internasional melalui sinergi antarlembaga dalam mencegah masuknya narkotika ke Indonesia.

Penumpang Berisiko Tinggi Diperiksa Mendalam

Penindakan bermula saat petugas melakukan pengawasan terhadap penumpang pesawat rute Kuala Lumpur (KUL)–Surabaya (SUB) yang mendarat di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 11.16 WIB.

Melalui analisis risiko, petugas mengidentifikasi seorang penumpang berinisial DI (21) sebagai penumpang berisiko tinggi. Penumpang tersebut kemudian diarahkan ke jalur merah (red channel) untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam di kawasan pabean.

Saat proses body tapping, petugas menemukan indikasi adanya benda yang disembunyikan pada tubuh pelaku. Pemeriksaan fisik lanjutan kemudian dilakukan sesuai prosedur.

Disembunyikan Menggunakan Metode Body Strapping

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan empat bungkus kristal putih dengan berat bruto sekitar 990 gram yang diduga merupakan metamfetamina atau sabu.

Selain itu, ditemukan pula empat bungkus berisi total 1.089 butir tablet yang diduga merupakan narkotika jenis ekstasi (MDMA).

Seluruh barang haram tersebut disembunyikan menggunakan metode body strapping, yakni dililitkan pada bagian perut, dada, dan punggung pelaku dengan bantuan korset agar tidak terdeteksi saat perjalanan.

Pengujian awal menggunakan Narcotics Identification Kit (NIK) serta perangkat Rigaku menunjukkan kristal putih tersebut positif mengandung metamfetamina, sedangkan tablet yang diamankan positif mengandung MDMA.

Barang Bukti Diserahkan untuk Penyidikan

Setelah barang bukti diamankan, tersangka beserta seluruh barang bukti diserahterimakan kepada Satgaspam Lanudal Juanda guna kepentingan penyidikan lebih lanjut sekaligus pengembangan jaringan peredaran narkotika yang diduga terlibat.

Petugas masih mendalami asal barang, tujuan akhir pengiriman, serta kemungkinan adanya jaringan internasional yang beroperasi di balik upaya penyelundupan tersebut.

Bea Cukai Tegaskan Komitmen Berantas Penyelundupan Narkotika

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Rusman Hadi, mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan fungsi Bea Cukai sebagai community protector melalui pengawasan berbasis intelijen dan analisis risiko.

"Upaya penyelundupan narkotika terus berkembang dengan berbagai modus. Oleh karena itu, Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan berbasis intelijen dan analisis risiko serta bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah masuknya barang terlarang yang dapat mengancam keselamatan masyarakat," ujar Rusman Hadi dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, kolaborasi antara Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur I, dan Satgaspam Lanudal Juanda menjadi faktor penting dalam menggagalkan penyelundupan narkotika melalui jalur udara.

Keberhasilan ini mempertegas komitmen aparat dalam menjaga pintu masuk negara dari ancaman peredaran narkotika sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Pengawasan berbasis analisis risiko dan sinergi lintas instansi akan terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai modus penyelundupan yang semakin kompleks.

Ditulis oleh Why

Komentar